Putusan Mahkamah Agung AS pada 20 Februari membatalkan sementara banyak tarif yang diberlakukan Administrasi, menurunkan beban tarif rata-rata impor AS dari sekitar 13,6% menjadi 6,4%. Penurunan ini bersifat sementara karena hukum tersebut tidak menghapus tarif secara permanen. Kontestasi hukum dan kebijakan politik mencerminkan dinamika kekuasaan antara cabang pemerintahan.
Tak lama setelah putusan, Presiden mengeluarkan langkah yang berujung pada Section 122 untuk memberlakukan tarif menyeluruh sebesar 15%. Implementasi ini mengangkat kembali tarif efektif mendekati 12%, memulihkan beban perdagangan yang sebelumnya ada. Alih-alih liberalisasi total, langkah ini menunjukkan upaya menjaga leverage negosiasi dengan mitra dagang sambil mengontrol beban fiskal negara.
Putusan hukum tidak mengakhiri kekhawatiran mengenai arah kebijakan perdagangan; eksposur global tetap tinggi, dengan pengecualian tertentu bagi barang patuh USMCA dan pengecualian kedirgantaraan. Perkembangan ini menegaskan bahwa era liberalisasi perdagangan luas telah berakhir untuk sementara, dan kebijakan akan menyeimbangkan antara tekanan fiskal dan hubungan internasional. Laporan NBC menekankan bahwa risiko kebijakan tetap ada meski beberapa tarif bisa dikurangi di waktu mendatang.
Secara makro, putusan tersebut dan respons tarif menunjukkan arah kebijakan perdagangan AS yang masih berpegang pada kendali lebih kuat daripada dekade sebelumnya. Meski ada sinyal pelonggaran sementara, hambatan hukum dan politik membatasi kemampuan untuk eskalasi tarif secara luas.
Para pelaku pasar perlu memantau biaya impor, arus modal, dan kemungkinan tekanan pada utang pemerintah. Risiko volatilitas mata uang dan perubahan kebijakan menjadi faktor penting dalam alokasi portofolio global.
Untuk investor makro, narasi ini menekankan perlunya analisis fundamental yang menyeluruh. Cetro Trading Insight menyarankan agar pembaca tetap mengikuti perkembangan kebijakan fiskal dan hubungan dagang dengan mitra utama, karena perubahan kebijakan dapat merembet ke proyeksi ekonomi dan hasil pasar.