TD Securities: CPI China Januari Diperkirakan 0,3% dan Ruang Pelonggaran PBoC di Kuartal II Meningkat

TD Securities: CPI China Januari Diperkirakan 0,3% dan Ruang Pelonggaran PBoC di Kuartal II Meningkat

trading sekarang

TD Securities memperkirakan CPI Januari di China akan melambat menjadi 0,3% secara tahunan, lebih lembut dibanding konsensus 0,4%. Penurunan tersebut didorong oleh perlambatan tajam pada inflasi makanan setelah lonjakan dua bulan terakhir. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight, menilai bahwa tekanan pada harga jasa tetap rendah akibat permintaan rumah tangga yang lemah.

Penekanan pada bagian harga jasa menunjukkan bahwa inflasi inti masih tertekan karena aktivitas ekonomi domestik tidak kuat. Pelan-pelan belanja konsumen tidak cukup panas untuk mendorong harga layanan. Hal ini menambah dorongan bagi bank sentral untuk menjaga kebijakan yang longgar tanpa menimbulkan lonjakan harga.

TD Securities juga memproyeksikan bahwa PBoC akan melanjutkan pemangkasan suku bunga pada kuartal kedua, memanfaatkan ruang kebijakan yang tersedia untuk mendukung pertumbuhan. Perubahan ini akan mempengaruhi prospek investasi dan arus modal menjelang paruh kedua tahun. Analis menekankan bahwa disinflasi harga pangan akan meredam tekanan pada angka CPI utama sehingga ruangan pelonggaran bisa dipakai secara bertahap.

Menurut TD Securities, PBoC memiliki ruang untuk menambah pelonggaran guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang melambat. Opsi kebijakan ini termasuk pemangkasan suku bunga atau langkah pelonggaran likuiditas yang menargetkan sektor-sektor vital. Para investor juga menilai bahwa kebijakan fiskal dan moneter perlu saling melengkapi untuk menjaga momentum ekonomi.

Penurunan inflasi makanan membantu meredam tekanan pada inflasi inti sehingga peluang pelonggaran lebih besar dapat dimanfaatkan tanpa menimbulkan tekanan inflasi berlebih. Lembaga keuangan menilai ruang maneuver fit bagi pihak berwenang untuk menyesuaikan kebijakan tanpa mengabaikan kestabilan harga. Ekspektasi pasar terhadap langkah Q2 semakin kuat dengan ketersediaan ruang kebijakan yang lebih besar.

Rencana pemangkasan di kuartal kedua juga dibatasi oleh risiko keuangan dan volatilitas nilai tukar yang perlu dijaga. Bank sentral harus menimbang dampak terhadap biaya pinjaman, kredit korporasi, dan pasar keuangan secara keseluruhan. Investor disarankan memonitor data inflasi, pertumbuhan, dan kebijakan fiskal untuk menilai potensi respons pasar terhadap pelonggaran.

Implikasi Pasar dan Analisis Sinyal Trading

Meskipun CPI yang lebih lemah mengindikasikan potensi pelonggaran, respons pasar akan sangat tergantung pada bagaimana kebijakan pelonggaran itu dirancang dan dilaksanakan. Kebijakan yang pro-growth berpotensi menekan yuan jika aliran modal keluar meningkat. Secara umum, ekspektasi pelonggaran yang jelas bisa mendukung likuiditas pasar dan meningkatkan kepercayaan investor.

Insiden ini juga berdampak pada pasar obligasi, saham, dan komoditas melalui harapan pelonggaran yang lebih luas dan respons kebijakan fiskal. Sinyal pasar akan dipengaruhi oleh risikonya terhadap volatilitas nilai tukar serta aliran modal internasional. Investor perlu membedakan sinyal jangka pendek dari tren makro yang lebih luas.

Kesimpulannya, artikel ini oleh Cetro Trading Insight menyimpulkan bahwa sinyal trading untuk instrumen spesifik belum cukup jelas pada tahap ini. Karena fokus analisis adalah pada indikator inflasi dan kebijakan, rekomendasi perdagangan yang konkrit belum dapat ditetapkan. Untuk instrumen seperti USDCNH, sinyal trading tetap 'no' hingga ada konfirmasi teknikal atau perubahan kebijakan yang signifikan.

broker terbaik indonesia