TD Securities: Fed diperkirakan tahan suku bunga 3,50–3,75% hingga Q3 2026 dengan risiko minyak Iran

TD Securities: Fed diperkirakan tahan suku bunga 3,50–3,75% hingga Q3 2026 dengan risiko minyak Iran

trading sekarang

TD Securities: Fed diperkirakan tahan suku bunga hingga Q3 2026 dengan risiko minyak Iran

Tim makro AS TD Securities, yang dipimpin Oscar Munoz dan Eli Nir, memperkirakan FOMC akan mempertahankan Fed funds rate di 3,50–3,75% pada pertemuan Maret. Mereka juga melihat kebijakan akan menahan suku bunga hingga kuartal ketiga 2026. Proyeksi ini mencerminkan kombinasi risiko inflasi yang masih tinggi dan volatilitas pasar energi akibat Iran.

Mereka juga menilai proyeksi inflasi PCE akan lebih tinggi dari sebelumnya. Ada dua dissent yang dovish, namun Powell digambarkan berhati-hati terhadap risiko ganda yang disebabkan gangguan minyak Iran. Kedua faktor ini menambah keyakinan bahwa pelonggaran belum layak dilakukan dalam waktu dekat.

Mereka memperkirakan pelonggaran baru tidak akan dilakukan hingga September, tergantung pada data inflasi terbaru. Perkembangan di Iran dan respons pasar minyak akan menjadi kunci dalam penilaian kebijakan. Karena itu, Fed diperkirakan tetap hold melalui Q3.

Dari sisi inflasi, para analis memperkirakan inflasi inti PCE akan mendekati 2% pada akhir kuartal ketiga. Ini menandakan progres yang cukup untuk menenangkan jalur inflasi meski data bulanan tetap berfluktuasi. Pasar juga akan menilai bagaimana kebijakan fiskal dan harga energi mempengaruhi laju inflasi.

Kenaikan bulanan inflasi inti sekitar 0,2% diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, yang dianggap cukup untuk mendukung langkah menuju kebijakan netral. Proyeksi ini juga mencerminkan volatilitas di pasar energi akibat konflik Iran. Hasilnya adalah bahwa tidak ada langkah pelonggaran yang segera, meski arah kebijakan masih terbuka.

Powell diprediksi akan mempertahankan nada dengan opsi kebijakan tetap terbuka. Dia kemungkinan menekankan perlunya menimbang risiko ganda dan menunggu data inflasi lebih lanjut sebelum mengambil langkah substansial. Ketidakpastian geopolitik berarti jalur kebijakan tetap jangka menengah lebih luas.

Implikasi bagi pasar dan komunikasi kebijakan

Hold policy ditambah volatilitas pasar energi meningkatkan ketidakpastian bagi jalur pelonggaran suku bunga. Investor akan menilai bagaimana aliran harga minyak dapat mengubah prospek inflasi dan pertumbuhan. Dalam konteks ini, proyeksi Fed menjadi lebih responsif terhadap data.

Powell kemungkinan menekankan fleksibilitas kebijakan dan fokus pada data inflasi. Ia akan menahan reaksi terhadap peristiwa global sambil menegaskan kebijakan saat ini cukup mampu menghadapi risiko eksternal. Penekanan ini bertujuan menjaga kredibilitas kebijakan terhadap volatilitas pasar.

Median dots diperkirakan tidak berubah secara signifikan, meskipun data inflasi bisa mempengaruhi ekspektasi pelaku pasar. Bank sentral akan memantau laju inflasi dan narasi pertumbuhan untuk menentukan kapan normalisasi bisa dilanjutkan. Dengan begitu, jalur kebijakan tetap pragmatis dan menunggu konfirmasi data.

broker terbaik indonesia