Menurut tinjauan terbaru oleh TD Securities, tekanan inflasi headline di Inggris diperkirakan melemah menjadi 3.1% secara tahunan pada Januari. Penurunan ini sebagian besar didorong oleh efek basis pada komponen makanan dan energi, sehingga memudahkan gambaran umum harga yang lebih tenang. Meski begitu, inflasi inti diperkirakan tetap tinggi pada sekitar 3.2%. Informasi ini menjadi fokus pasar karena menunjukkan arah kebijakan Bank of England (BoE) yang tetap berhati-hati meskipun ada perbaikan jangka pendek dalam tekanan harga. Laporan ini juga dirangkum dalam analisis Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami dinamika pasar secara menyeluruh.
Data tersebut mengindikasikan bahwa tekanan harga inti tidak mereda secara signifikan dalam bulan tersebut. Sementara inflasi headline menurun, core goods dan layanan diperkirakan stabil, menjaga laju inflasi inti pada level yang relatif terjaga. Hal ini penting karena BoE tetap mengawasi bagaimana komponen inti bergerak untuk menilai kelanjutan siklus kenaikan suku bunga. Dengan konteks tersebut, pelaku pasar menghadapi gambaran kebijakan yang lebih terukur daripada respons terhadap kejutan inflasi yang besar.
Dalam konteks analisis jangka pendek, berita ini memperkuat pandangan bahwa volatilitas pasar bisa mereda seiring data inflasi yang lebih seimbang. Namun, karena inflasi inti masih berada di atas target jangka panjang dan pasar tenaga kerja menunjukkan dinamika yang stabil, pergerakan GBP tidak dapat diprediksi secara sederhana. Cetro Trading Insight menekankan pentingnya menimbang kedua sisi informasi: penurunan inflasi headline versus fokus pada struktur inti dan prospek kebijakan BoE ke depan.
TD Securities menilai bahwa Januari akan menunjukkan penurunan inflasi headline yang signifikan, sebagian karena pelemahan efek dasar pada makanan dan energi. Perkiraan ini sejalan dengan visibilitas bahwa tekanan harga akan melunak meskipun tidak sepenuhnya menghilang. BoE sendiri pada pandangan mereka lebih cenderung mempertahankan sikap kehati-hatian sambil memantau bagaimana data inti berkembang. Secara umum, skenario ini menempatkan fokus pada arah kebijakan di masa mendatang.
Selain itu, laporan tersebut menyoroti bahwa ekspektasi pasar terhadap inflasi inti tetap berada di level yang relatif stabil. Laju inflasi inti diperkirakan mencapai sekitar 3.2%, sementara beberapa ukuran menunjukkan variabilitas kecil dalam komponen layanan dan barang inti. Perkembangan ini menjadi kunci bagi investor untuk menilai potensi perubahan suku bunga di sesi berikutnya serta arah mata uang GBP terhadap pasangan utama.
Dengan demikian, para analis menilai bahwa tekanan harga tidak menurun secara signifikan di semua segmen. Meskipun ada perbaikan dalam angka inflasi headline, tetap penting untuk mengamati bagaimana perubahan upah dan dinamika tenaga kerja akan mempengaruhi daya beli dan kebijakan moneter. Cetro Trading Insight menekankan bahwa gambar kebijakan BoE akan lebih jelas setelah rilis data pekerjaan selanjutnya dan panduan dari bank sentral itu sendiri.
Di sisi tenaga kerja, laporan menunjukkan tingkat pengangguran yang stabil di 5.1%, dengan momentum perubahan pekerjaan yang menunjukkan stabilisasi pasar kerja. Ketahanan pasar kerja ini menjadi faktor utama dalam menilai bagaimana tekanan upah akan bergerak ke depan. Secara umum, stabilitas tersebut mengurangi risiko tekanan inflasi yang lebih tinggi dari sisi upah, meskipun laju kenaikan upah sektor privat diperkirakan melambat menuju tingkat yang konsisten dengan target inflasi.
TD Securities juga mencatat bahwa perlambatan pertumbuhan upah terjadi di berbagai ukuran, dengan laju upah sektor privat mendekati tingkat 3.25%, yaitu tingkat yang konsisten dengan target inflasi jangka panjang. Kondisi ini berarti ada sedikit ruang bagi BoE untuk menjaga kebijakan tetap seimbang tanpa menekan pertumbuhan ekonomi secara drastis saat ini. Dengan demikian, pasar tenaga kerja tetap menjadi komponen kunci yang dinilai oleh investor setiap ada rilis data baru.
Secara keseluruhan, prospek tenaga kerja yang stabil dan perlambatan pertumbuhan upah menambah naratif bahwa dinamika inflasi bisa mulai menunjukkan pola yang lebih terkelola. Namun, ketidakpastian seputar bagaimana inflasi inti akan bergerak masih menjadi faktor utama yang membatasi prediksi kebijakan jangka pendek. Cetro Trading Insight menekankan bahwa pembaruan data pekerjaan berikutnya akan sangat menentukan arah GBP di pasar valuta asing.
Implikasi utama bagi pasangan GBPUSD adalah adanya pengetatan volatilitas seiring indikasi inflasi yang lebih seimbang namun tetap berada di atas target. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pelaku pasar perlu menimbang bahwa kebijakan BoE kemungkinan tetap agresif kebijakan terhadap inflasi inti yang belum turun secara signifikan. Ketika inflasi inti masih relatif kuat, risiko pengetatan lebih lanjut tetap ada, meskipun gambaran jangka pendek mendukung stabilitas nilai tukar.
Karena data yang ada tidak memberi sinyal jelas untuk posisi beli atau jual yang tegas, para trader disarankan untuk mengutamakan manajemen risiko dan memantau dinamika data ekonomi berikutnya. Tanpa adanya konfirmasi kuat mengenai pergeseran kebijakan Bank of England, arah GBPUSD bisa dipertahankan dalam kisaran yang lebih luas daripada tren yang tegas. Ini menuntut pendekatan berhati-hati dan penyesuaian posisi secara bertahap.
Inti dari analisis Cetro Trading Insight adalah menjaga fokus pada perkembangan utama: inflasi inti, dinamika upah, dan respons kebijakan BoE. Jika data berikutnya menunjukkan perbaikan lebih lanjut pada inflasi inti tanpa tekanan upah yang berlebihan, potensi penguatan GBP bisa meningkat. Namun, jika tekanan inti tetap kuat atau belanja publik menambah defisit, langkah korektif mungkin diperlukan oleh investor untuk mengelola risiko pada pasangan GBPUSD.