
TD Securities meninjau ulang pandangan terhadap kebijakan Fed. Kini mereka memperkirakan tidak ada pemotongan suku bunga pada 2026. Meski demikian, arah gerak FOMC berikutnya dinilai lebih condong ke arah pemotongan daripada kenaikan, meskipun kemungkinannya relatif kecil. Perubahan ini mencerminkan penilaian bahwa inflasi inti tetap lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya.
Menurut laporan, inflasi inti CPI dan PCE diperkirakan berakhir lebih tinggi pada 2026. Proyeksi ini hawkish dan diperkirakan akan tergambar dalam SEP Juni. Bank juga diperkirakan akan menghapus bias pelonggaran dalam pernyataan kebijakan, menandai sikap yang lebih kukuh terhadap pengetatan.
Dampaknya bagi dolar AS membuat TD menjadi kurang pesimistis sebelumnya terhadap mata uang tersebut, meski turunnya USD secara bertahap tetap menjadi skenario utama untuk 2026. Repricing terhadap Fed juga meningkatkan peluang dolar bertahan lebih kuat dibanding ekspektasi sebelumnya, terutama di tengah gejolak global.
Kebijakan Fed yang lebih konservatif membuat dolar terlihat lebih tahan terhadap tekanan dibanding ekspektasi sebelumnya. Namun prospek penguatan jangka pendek tetap terbatas karena faktor global yang berubah-ubah dan mandat bank sentral lain yang masih menimbang agresivitas kebijakan.
Warsh diproyeksikan mendukung perubahan kebijakan dengan kredibilitas yang lebih kuat di Komite, sehingga bias kebijakan dapat berubah menjadi lebih hawkish. Perubahan ini berpotensi memperkuat dolar pada periode dekat meskipun prospek jangka panjang masih berbeda di setiap negara.
Selain faktor kebijakan, dinamika geopolitik seperti konflik Iran, harga minyak yang tinggi, dan gangguan rantai pasokan memperparah ketidakpastian inflasi. Ini membuat kebijakan moneter global tetap terjaga kehati-hatiannya, dan jalur USD terhadap 2026 tetap melemah secara bertahap tetapi tidak seragam di semua pasangan mata uang.
Berdasarkan gambaran tersebut, rekomendasi kami pada pasangan EURUSD adalah posisi jual. Dukungan bagi dolar yang lebih kukuh dan risiko geopolitik cenderung membatasi penguatan euro terhadap dolar.
Secara teknikal, titik masuk sekitar 1.0800 membuka peluang menuju 1.0650, dengan stop loss di 1.0900 untuk menjaga risiko. Rasio potensi keuntungan terhadap risiko sekitar 1:1,5.
Perlu diingat bahwa pasar bisa bergejolak karena faktor geopolitik, kebijakan bank sentral lain, serta perubahan tajam pada prospek ekonomi global. Manajemen risiko yang disiplin diperlukan, dan jika ada perubahan signifikan, strategi dapat disesuaikan.