Di balik langkah ekspansi Teladan PrimaAgro Tbk terlihat komitmen luar biasa untuk mengubah wajah industri sawit Indonesia. Melalui laporan eksklusif Cetro Trading Insight, perusahaan mengumumkan rencana belanja modal lebih dari Rp600 miliar untuk tahun 2026. Investasi ini bertujuan memperkuat rantai nilai hilir, mengembangkan energi terbarukan, serta menyiapkan fondasi ekspansi melalui akuisisi. Langkah ini dianggap sebagai tonggak penting untuk memperkuat posisi persero di pasar sawit yang kompetitif.
Rincian capex menunjukkan alokasi terbesar untuk infrastruktur inti sawit dan energi terbarukan. Sekitar Rp50-60 miliar dialokasikan untuk pabrik pengolahan inti sawit Kernel Crushing Plant dan sekitar Rp40-50 miliar untuk Pembangkit Listrik Tenaga Biogas PLT Bg. Fasilitas baru ini ditarget rampung pada akhir 2026 dengan kapasitas produksi 100 ton inti sawit per hari dan daya listrik 1,7 megawatt. Proyek ini diharapkan meningkatkan efisiensi operasional serta mendukung target pertumbuhan produksi secara berkelanjutan.
Manajemen menegaskan capex ini sejalan dengan strategi organik serta potensi akuisisi yang menjadi pilar utama pertumbuhan jangka panjang. Teladan PrimaAgro telah memanfaatkan sebagian besar dana IPO untuk ekspansi, dan sisanya akan dialokasikan sebagai modal kepada anak usaha hasil akuisisi. Pergeseran fokus ke investasi berskala besar mencerminkan komitmen perusahaan terhadap peningkatan kapasitas, efisiensi biaya, dan daya saing di pasar sawit domestik.
Strategi ekspansi perusahaan tidak hanya mengandalkan pertumbuhan organik, tetapi juga melalui akuisisi. Teladan PrimaAgro menegaskan akuisisi perusahaan sawit tetap menjadi pilar utama rencana pertumbuhan jangka panjang. Contoh konkretnya ialah akuisisi PT Cipta Davia Mandiri pada 2025 senilai Rp136,32 miliar, yang memperluas kapasitas sekaligus memperdalam jaringan pasokan. Langkah ini menunjukkan fokus persero untuk memperkuat posisi di industri kelapa sawit melalui kombinasi aset yang ada dan potensi sinergi.
Penataan keuangan melalui IPO menjadi pendorong utama strategi akuisisi. Teladan PrimaAgro telah menyerap sekitar 77 persen dari total dana IPO sebesar Rp285,60 miliar, sementara sisa dana Rp65,28 miliar dialokasikan untuk penyetoran modal kepada anak usaha hasil akuisisi. Pembiayaan ini dirancang untuk mempercepat realisasi rencana ekspansi tanpa menimbulkan beban finansial berlebih. Dengan dukungan dana publik, perusahaan berupaya menjaga momentum pertumbuhan sambil memperkuat fundamental operasional.
Analyst melihat rencana akuisisi sebagai pilar pertumbuhan jangka panjang yang berpotensi meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi. Kombinasi antara ekspansi organik dan akuisisi dapat memperluas jangkauan pasokan serta meningkatkan skala ekonomi bagi TLDN. Dalam pandangan Cetro Trading Insight, strategi ini sejalan dengan tren industri sawit yang tetap kuat meskipun volatilitas harga CPO perlu diwaspadai.
Secara keuangan, kinerja 2025 menunjukkan pemulihan yang kuat bagi Teladan PrimaAgro. Pendapatan tumbuh 28,42 persen secara tahunan menjadi Rp5,42 triliun, didorong oleh kontribusi penjualan minyak kelapa sawit CPO sebesar Rp4,7 triliun. Harga jual rata-rata CPO meningkat sekitar 14,5 persen dan volume penjualan tumbuh 8 persen, mendongkrak margin dan arus kas operasional. Peningkatan kinerja ini menegaskan posisi persero sebagai kontributor signifikan di sektor sawit.
Harga CPO yang masih menguat dan permintaan pasar yang tumbuh menjadi pendorong optimisme manajemen. Perusahaan menargetkan pertumbuhan dua digit pada 2026 dan optimistis pendapatan serta laba akan lebih tinggi dibandingkan 2025. Dalam wawancara internal, manajemen menyatakan produksi tahun ini Insya Allah bisa lebih baik 5-10 persen dibandingkan tahun 2025, jika faktor harga dan pasokan tetap mendukung. Rencana ini selaras dengan strategi ekspansi yang bertujuan menjaga momentum meskipun ada risiko volatilitas harga.
Secara keseluruhan, prospek jangka pendek hingga menengah bagi TLDN terlihat positif berkat sinergi antara investasi infrastruktur, pembangkit energi terbarukan, dan akuisisi yang berlanjut. Kinerja keuangan yang lebih kuat di 2025 memberikan landasan untuk target dua digit pada 2026, sambil menjaga rasio keuangan yang sehat. Cetro Trading Insight menyarankan pemantauan progres capex dan akuisisi, serta perubahan harga CPO global untuk mengevaluasi realisasi target 2026 secara berkala.