Tembaga LME Menembus $13.000/t Didukung Pemulihan Permintaan China Setelah Libur Lunar New Year

trading sekarang

Cetro Trading Insight melaporkan dinamika tembaga LME yang bergerak di atas level $13.000 per ton pasca Libur Lunar New Year. Perubahan ini mencerminkan minat impor China yang mulai pulih dan berpotensi memberikan dukungan harga di jangka pendek. Premia Yangshan juga naik sekitar $53/t, menunjukkan adanya minat pembelian yang membaik di pasar fisik tembaga.

LME tembaga kini berada di atas $13.000/t setelah pembeli China kembali dari libur. Premia Yangshan naik menjadi sekitar $53/t sebagai indikator meningkatnya impor. Hal ini menandakan minat pembelian yang mulai pulih di pasar fisik tembaga.

Meski demikian, permintaan baru ini menghadapi inventori yang tinggi di SHFE dan LME. Konstruksi musiman di China dan tren stok yang meningkat menjaga keseimbangan pasokan. Alhasil, rebound harga kemungkinan terbatas tanpa tanda penarikan stok yang nyata.

Riset menunjukkan spread waktu LME tetap dalam kontango kuat, mencerminkan ketersediaan material dekat pasar tetap melimpah. Meski arus impor dari China diperkirakan membantu menyerap sebagian material, pengetatan yang berkelanjutan akan memerlukan bukti penarikan persediaan yang nyata. Faktor kunci berikutnya adalah tetap terbukanya arbitrage impor dan laju penarikan stok LME.

Walau minat impor China meningkat, SHFE dan LME menunjukkan level inventori yang tinggi. Hal ini menimbulkan risiko bahwa pasar tetap longgar untuk jangka pendek. Premia Yangshan yang lebih tinggi menjadi sinyal lokasi impor meskipun stok tinggi.

Penopang permintaan dari China mungkin membantu menyerap sebagian material, namun tidak cukup untuk mengubah kurva pasokan secara signifikan. Arus pembelian masih perlu dikonfirmasi melalui data inventori berikutnya. Kondisi ini mendorong kehati-hatian terhadap pergerakan harga di bulan-bulan mendatang.

Para pelaku pasar mengamati ketatnya spread sebagai petunjuk ketersediaan dekat. Jika arbitrase impor tetap terbuka, tekanan stok LME bisa berkurang secara bertahap. Namun tanpa penarikan stok yang kuat, pengetatan harga cenderung tertahan.

Wawasan Pasar dan Indikator Selanjutnya

Posisi dana di LME menunjukkan spekulan mengurangi net long, level terendah sejak Oktober 2023. Perubahan posisi tersebut perlu dilihat bersamaan dengan dinamika stok di LME dan China. Dinamika ini mengindikasikan pasar cenderung berhati-hati meski permintaan membaik.

Analisis menyimpulkan bahwa sinyal teknikal masih didorong oleh dasar fundamental permintaan dan inventori. Strategi yang adaptif diperlukan mengingat volatilitas arus impor dan perubahan spread. Investor disarankan memantau rilis data inventori serta kebijakan perdagangan yang dapat memaksa penyesuaian harga.

Secara keseluruhan, pasar menunjukkan tanda awal pemulihan permintaan, tetapi stok tinggi membatasi percepatan pengetatan. Indikator berikutnya yang dinantikan adalah arus impor yang membuka arbitrage dan penarikan stok LME. Laporan ini menekankan pentingnya konfirmasi data untuk memahami arah harga tembaga ke depan.

broker terbaik indonesia