Inflasi AS Dipicu Permintaan Meski Tekanan Penawaran Tetap Tinggi, BNP Paribas

Inflasi AS Dipicu Permintaan Meski Tekanan Penawaran Tetap Tinggi, BNP Paribas

trading sekarang

Para analis BNP Paribas menyatakan inflasi di AS tetap dipicu dominan oleh permintaan, meski kontribusinya melambat dibandingkan puncak pasca-Covid. Mereka menilai sumbangan permintaan terhadap inflasi lebih kuat daripada sebelumnya, namun tidak sekompak pada 2022. Dengan menggunakan data BEA dan metodologi San Francisco Fed, tim riset mencoba memetakan kontribusi langsung dua faktor tersebut terhadap dinamika harga.

Di sisi lain, tekanan dari penawaran tidak bisa diabaikan. Tariff kebijakan, kenaikan harga input, dan waktu pengiriman yang lebih lama tetap mendorong biaya produksi ke atas. Akibatnya, tekanan penawaran berkontribusi pada inflasi meski permintaan telah melambat.

Kemampuan permintaan untuk mempertahankan inflasi masih signifikan, meskipun momentum itu mulai melunak dalam beberapa bulan terakhir karena pelemahan pasar tenaga kerja. Kondisi ini menunjukkan adanya keseimbangan yang baru antara dua sisi pasar yang saling memengaruhi. Analisa ini menekankan kompleksitas dinamika inflasi yang tidak bisa dipahami hanya dengan satu faktor saja.

Pemulihan konsumsi rumah tangga menunjukkan daya tahan yang mendasari arah inflasi, meski laju pertumbuhan pekerjaan melambat. Permintaan tetap menjadi penggerak utama meski momentum telah melunak beberapa bulan terakhir. Analisis ini menekankan perlunya kebijakan yang menyeimbangkan dorongan konsumsi dengan stabilitas harga.

Dampak kebijakan perdagangan juga terlihat, dengan kenaikan tarif dan gangguan rantai pasokan meningkatkan biaya produksi. Kondisi tersebut memperpanjang tekanan pada harga barang dan jasa meski permintaan melemah. Kebijakan fiskal dan moneter perlu menimbang langkah yang menjaga harga tetap stabil tanpa mengorbankan aktivitas ekonomi.

Dinamika yang berkelanjutan menuntut respons kebijakan yang cermat, mengkombinasikan pengetatan moneter jika diperlukan dengan dukungan untuk pertumbuhan yang berkualitas. Peluang pasar tenaga kerja yang lebih lemah menambah ketidakpastian, sehingga pelaku pasar disarankan menjaga kehati-hatian. Mempelajari kontribusi permintaan dan penawaran menjadi kunci memetakan jalur inflasi ke depan.

broker terbaik indonesia