Menurut Daniel Ghali, Senior Commodity Strategist di TD Securities, harga tembaga telah hampir sepenuhnya pulih dari kerugian akibat perang Iran meskipun ada likuidasi besar dan pelemahan aset risiko. Analisisnya menunjukkan bahwa dinamika permintaan global tetap kuat pasca konflik. Laporan ini, yang disusun bersama Cetro Trading Insight, menekankan bahwa pergerakan harga dipicu oleh faktor fundamental yang lebih luas daripada spekulasi jangka pendek.
Ghali menyoroti kelangkaan historis pada persediaan tembaga tanpa beban klaim. Ia menunjukkan bahwa perilaku hoarding lebih tegas dibanding periode konflik sebelumnya. Permintaan logam ini tetap kokoh meski pasar risiko menurun.
Faktor penyebab keterbatasan pasokan tanpa beban meliputi cadangan Negara China (SRB), logam yang terkurung di US, dan perhitungan stok kerja minimum. Kondisi ini menahan pasokan ke pasar dan meningkatkan tekanan harga di masa depan. Secara umum, ia menilai bahwa pergerakan alat perdagangan algoritmik mungkin tidak akan menjual tembaga dalam skenario harga yang wajar selama beberapa hari ke depan.
Para trading CTA diperkirakan menghindari pelepasan tembaga dalam jangka pendek, menimbang peluang pelepasan yang menurun ketika likuiditas menipis. Ketika volatilitas pasar menurun, fokus mereka beralih ke pembelian bertahap dan penempatan posisi jangka menengah. Hasilnya, potensi tekanan pembelian dapat muncul meski ada likuidasi sebelumnya.
Algoritme perdagangan menilai peluang bahwa pemulihan harga akan memicu program pembelian lebih lanjut hingga sekitar 13% dari ukuran maksimum posisi. Skema ini menjadi sinyal kuat bahwa arus dana masuk akan mendukung pergerakan harga lebih lanjut. Ketika aliran pembelian meningkat, sentimen pasar cenderung menguat dan volatilitas jangka pendek menurun.
Dinamika ini juga menambah pandangan bahwa tembaga menuju fase 'kontraksi pasokan' atau 'cuan tembaga' jika persediaan tetap rendah. Analis menilai bahwa pergeseran ke arah akumulasi dapat mempercepat pemulihan harga meskipun ada tekanan mata uang dan risiko geopolitik. Investor dan trader perlu memantau indikator inventori, kebijakan cadangan, dan respons pasar terhadap berita terkait Iran.
Secara keseluruhan, proyeksi harga tembaga menunjukkan potensi perbaikan berkelanjutan meski dinamika geopolitik tetap relevan. Kenaikan harga didorong oleh kelangkaan persediaan tanpa beban klaim dan dukungan permintaan industri. Cetro Trading Insight menekankan bahwa pemetaan risiko perlu sejalan dengan peluang teknikal dan fundamental.
Analisis fundamental menekankan keseimbangan antara permintaan global dan persediaan yang terbatas. Penilaian kami mengindikasikan bahwa jika arus pembelian terus berlanjut, level harga kunci bisa ditembus dalam beberapa minggu ke depan. Namun, faktor eksternal seperti kebijakan cadangan atau perubahan sentimen risiko bisa mengubah jalur pergerakan.
Untuk pembaca, rekomendasinya adalah menilai rencana perdagangan berdasarkan manajemen risiko dan toleransi volatilitas. Sinyal beli ini sejalan dengan dugaan bahwa keuntungan risiko-imbalan mendekati minimal 1:1,5 jika posisi saat ini dikelola dengan ukuran yang tepat. Tetap pantau perkembangan inventori, laporan arus dana, dan reaksi pasar terhadap berita geopolitik.