
Tim komoditas ING melaporkan bahwa logam industri menguat pada perdagangan awal, didorong meningkatnya minat terhadap risiko dan perubahan sentimen terhadap potensi gangguan pasokan. Tembaga berada di posisi lebih kuat karena investor menilai pembicaraan AS-Iran dan risiko pengiriman pelayaran melalui jalur penting. Aluminium, sebaliknya, menunjukkan tekanan yang lebih besar karena premi geopolitik mulai mereda.
Dalam laporan tersebut, tembaga mampu mempertahankan level di atas sekitar 13.300 dolar per ton, didorong oleh meredanya kekhawatiran gangguan pada rute pelayaran utama. Hal ini memberikan dukungan teknikal bagi logam yang sensitif terhadap aktivitas manufaktur global. Para pelaku pasar juga meninjau dinamika pasokan dan permintaan pada sektor industri.
Aluminium terus melemah mengikuti pelunakan premi risiko geopolitik, dengan penurunan bulanan terbesar sejak 2008. Pergerakan ini mencerminkan penyesuaian kembali ekspektasi pasar terhadap potensi gangguan pasokan, meskipun faktor-faktor lain seperti dolar dan kebijakan moneter turut memainkan peran. Speculative net longs di aluminium menurun ke 68.814 lot, level terendah sejak Mei 2021, menunjukkan perubahan sikap pelaku pasar.
Pasar logam semakin fokus pada Federal Reserve, dengan ekspektasi bahwa suku bunga AS bisa bertahan lebih lama di level tinggi. Hal ini menguatkan indeks dolar dan menciptakan hambatan bagi pergerakan harga minyak dan logam. Ketatnya kebijakan moneter menambah beban pada mata uang komoditas yang sensitif terhadap aliran modal internasional.
Kondisi tersebut membuat pasar menimbang risiko eksternal: meskipun ada dukungan permintaan dari sektor industri, tekanan akibat dolar mengakibatkan pandangan bahwa kenaikan harga logam bisa tertahan dalam jangka pendek. Para pelaku pasar menunggu konfirmasi lebih lanjut dari data makro dan siaran kebijakan bank sentral.
Data spesifik menunjukkan perubahan posisi spekulatif: net longs di LME untuk aluminium turun menjadi 68.814 lot (tertinggi 68k, terendah sejak Mei 2021); net longs tembaga turun menjadi 48.735 lot; zinc turun ke 28.222 lot, tertinggi hingga Oktober 2025. Indikator ini mengisyaratkan pergeseran sentimen dan bias pasar terhadap risiko.
Meski tembaga relatif stabil dan berpeluang menemukan dukungan teknikal, para pelaku pasar perlu memantau dinamika dolar dan data ekonomi AS. Perwatch data inflasi, pekerjaan, dan kebijakan suku bunga akan menjadi penentu arah jangka pendek logam industri.
Secara umum, tembaga bisa mendapatkan manfaat dari optimisme pemulihan manufaktur global, namun hambatan dari dolar yang kuat tetap membatasi potensi upside. Pasar akan sangat responsif terhadap pernyataan pejabat Fed dan peringatan mengenai langkah kebijakan berikutnya.
Untuk trader, artikel ini menunjukkan adanya sinyal campuran di sektor logam. Tanpa konfirmasi jelas dari harga atau data fundamental, disarankan menghindari posisi besar dan menerapkan manajemen risiko yang ketat. Pelaku pasar disarankan menunggu sinyal yang lebih jelas sebelum membuka posisi baru.