Tembaga Menguat Tipis di LME, SHFE Koreksi: Geopolitik AS-Iran dan Arah Minyak Tetap Menentukan

Tembaga Menguat Tipis di LME, SHFE Koreksi: Geopolitik AS-Iran dan Arah Minyak Tetap Menentukan

trading sekarang

Di tengah ketidakpastian geopolitik global, pasar logam komoditas berada pada rentang terbatas sambil para trader menunggu arah terbaru. Cetro Trading Insight mencermati bahwa tembaga di London Metal Exchange (LME) untuk kontrak tiga bulan naik 0,61% menjadi USD13.598,50 per ton, sedangkan kontrak tembaga paling aktif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) turun 0,24% menjadi 104.480 yuan. Keduanya menunjukkan bahwa sentimen masih rapuh namun berada di ujung keseimbangan.

Secara mingguan, dinamika harga tembaga menunjukkan pergerakan positif di LME dengan kenaikan sekitar 0,65%, sedangkan tembaga di SHFE melemah tipis sekitar 0,11%. Para pelaku pasar tetap berhati-hati karena berita geopolitik, terutama terkait potensi kesepakatan damai AS-Iran, masih menimbang arah aliran investasi.

Ketidakpastian tersebut juga berpotensi mempengaruhi harga logam yang diperdagangkan dalam denominasi dolar, sehingga pembeli non-dollar bisa melihat kenaikan biaya akuisisi. Dalam konteks ini, Cetro Trading Insight menilai bahwa tempo pergerakan tembaga tetap didorong oleh faktor geopolitik, meski tanda-tanda teknikal menunjukkan jalur yang relatif datar.

Harga minyak menguat pada Jumat seiring investor menilai peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran. Perang harga maupun pasokan di jalur energi global masih menjadi fokus utama, dengan Brent berada di atas USD100 per barel dan menjaga kekhawatiran inflasi. Lonjakan biaya energi berpotensi menambah tekanan pada logam yang sensitif terhadap biaya produksi.

Di sisi lain, meski kedua pihak melaporkan adanya kemajuan, ada beberapa perbedaan penting terkait stok uranium Iran dan pengawasan di Selat Hormuz yang masih tersisa. Ketegangan tersebut membuat pasar menimbang risiko eskalasi yang dapat memicu volatilitas lebih lanjut pada minyak dan aset berdenominasi dolar.

Nilai dolar AS tetap berada di level tinggi dalam enam pekan, memberi dampak kepada harga logam global karena logam yang dihitung dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain. Fluktuasi ini sering menciptakan dinamika biaya bagi importir tembaga dan logam logam lain di pasar global.

Di pasar logam LME lainnya, aluminium naik 0,22%, seng menguat 1,01%, timbal bertambah 0,10%, nikel naik 0,31%, dan tin melonjak 1,37%. Sementara di SHFE, aluminium turun tipis 0,10%, seng melemah 0,02%, timbal naik 0,51%, nikel turun 0,59%, dan timah menguat 0,09%. Data ini menunjukkan adanya pergeseran permintaan di antara berbagai logam primer tergantung pada kondisi pasar regional dan global.

Pergerakan multi-logam ini menunjukkan bahwa risiko geopolitik, kebijakan inflasi, dan dinamika likuiditas akan terus mempengaruhi berbagai pasar komoditas. Investor disarankan menjaga diversifikasi portofolio dan memperhatikan indikator volatilitas saat menilai peluang di segmen logam industri.

Secara umum, pasar logam global tampak mencoba mencari arah yang lebih jelas, meskipun faktor geopolitik tetap menjadi front utama yang dapat memicu pergeseran besar pada harga di masa mendatang.

banner footer