Harga tembaga rebound menuju level sekitar $13.000 per mt seiring melemahnya dolar dan dorongan sentimen makro global. Analis ING menilai bahwa pergerakan ini didorong oleh dinamika fiskal dan moneter yang lebih ramah serta ekspektasi permintaan industri yang membaik. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa tembaga masih sensitif terhadap variasi nilai tukar dan data ekonomi besar di dunia.
Selain itu, ketegangan perdagangan juga berperan dalam dinamika dolar. Ancaman tarif baru yang diarahkan Trump terhadap beberapa negara Eropa membantu melemahkan dolar, sehingga logam industri mendapatkan peluang pembelian. Namun, pergerakan ini juga menyoroti volatilitas yang melekat pada pasar komoditas ketika risiko kebijakan mengubah arah arus modal.
Di samping itu, kejelasan mengenai target PDB Tiongkok yang tercapai oleh pemerintah memberikan dukungan pada ekspektasi permintaan tembaga. Data pertumbuhan yang lebih kuat dari harapan meningkatkan optimisme bahwa utilisasi pabrik dan konstruksi akan meningkat, menjaga pasar logam industrial pada jalur positif.
Dalam laporan terbaru, persediaan tembaga di gudang AS yang dipantau LME naik 950 ton—naik untuk pertama kalinya sejak September 2025. Peningkatan ini mencerminkan aliran pasokan dan permintaan yang lebih seimbang setelah periode volatilitas.
Pergeseran harga relatif antara spot LME dan kontrak berjangka bulan depan Comex menunjukkan dinamika pasar baru. Spot diperdagangkan di atas berjangka, sebuah pola yang mengoreksi distribusi volume tembaga ke AS pada tahun lalu dan menunjukkan pasar yang mulai dinormalisasi.
Kenaikan persediaan dan perubahan struktural ini menandakan distorsi kebijakan tarif yang menjadi bagian besar pada 2025 mulai mereda, sehingga volatilitas jangka pendek bisa menurun dan peluang trading lebih jelas bagi investor yang fokus pada fundamental.
Secara teknikal, tembaga berada di zona positif jika level $13.000 menjadi landasan, dengan potensi target sekitar $13.550–$13.600 jika momentum berlanjut. Level support terdekat di sekitar $12.850 memberikan jarak amannya untuk skenario konsolidasi.
Strategi perdagangan yang direkomendasikan adalah entry sekitar $13.050 dengan target profit di $13.550 dan stop loss di $12.850. Rasio risiko-imbalan pada skenario ini berada di atas 1:2, sehingga potensi keuntungan lebih besar dari risiko.
Dalam konteks risiko, upside tergantung pada kelanjutan perbaikan permintaan global dan stabilitas dolar. Risiko utama termasuk perubahan kebijakan atau data ekonomi utama yang mengejutkan, sehingga trader perlu menyesuaikan manajemen risiko secara disiplin.