Tembaga Tertekan di Tengah Tekanan Pasokan Global dan Permintaan China

Tembaga Tertekan di Tengah Tekanan Pasokan Global dan Permintaan China

Signal /SELL
Open13800
TP13200
SL14200
trading sekarang

Harga tembaga terhimpit di perdagangan Jumat, namun pasar logam industri masih menunjukkan peluang reli mingguan kedua berturut-turut. Pelaku pasar menimbang risiko gangguan pasokan yang tetap tinggi dan tanda-tanda bahwa lonjakan harga mulai menekan permintaan di China, konsumen utama logam ini. Situasi ini menempatkan tembaga pada posisi yang berani tetapi berisiko di awal pekan.

Gangguan suplai yang berlarut-larut tetap menjadi tema utama. Para penambang menghadapi kendala operasional dan kapasitas pengolahan yang terbatas, memelihara tekanan harga di pasar global. Di sisi lain, data permintaan di China menunjukkan pelemahan karena biaya tinggi menaikkan beban pesanan fisik tembaga, meski pasar tetap melihat potensi perbaikan jangka menengah.

Stok tembaga pada bursa SHFE mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah tren penurunan panjang, meski dinamika harga masih berfluktuasi. Preminya atas harga spot di China berubah menjadi diskon, mencerminkan pembeli yang lebih selektif. Selain itu, lonjakan harga minyak, penguatan dolar AS, dan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga lebih tinggi menambah tekanan bagi tembaga dan pasar logam industri.

Pergerakan harga sepanjang pekan ini menunjukkan gambaran yang campur aduk. Di London Metal Exchange, tembaga turun meski sempat mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan, sementara catatan di SHFE menunjukkan kemajuan meski secara mingguan sebagian sesi masih berada dalam zona hijau. Secara mingguan, tembaga di LME naik sekitar 1,23 persen meski sesi akhir pekan terlihat melemah, sedangkan tembaga di SHFE menguat sekitar 2,35 persen. Sentimen pasar didorong aksi beli investor tetapi penguatan harga minyak dan dolar memberi pembatasan.

Analisis pelaku pasar menunjukkan lonjakan harga tembaga telah mulai menguji daya beli sektor hilir. Analis dari broker China Jinrui Futures mencatat perlambatan permintaan karena harga tembaga yang lebih tinggi menahan pesanan baru. Di sisi stok, peningkatan persediaan on-warrant SHFE menjadi tanda bahwa tekanan pasokan mulai meredam penguatan harga.

Selain itu, dinamika minyak, dolar, dan kebijakan moneter AS tetap menjadi faktor pendorong utama. Jika dolar menguat dan bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi, tembaga masih rentan terhadap tekanan jangka pendek. Investor disarankan menjaga fokus pada tanda-tanda perbaikan permintaan di China serta pergeseran stok global untuk memahami arah harga kedepannya.

banner footer