
TOBA mengumumkan arus kas positif USD9,9 juta pada triwulan I-2026, membangun narasi transformasi yang semakin kuat. Dalam analisa ini, Cetro Trading Insight menilai langkah penataan portofolio menuju bisnis hijau sebagai kunci masa depan perusahaan. Laporan ini juga menegaskan bahwa langkah akuisisi dan divestasi di 2025 telah membentuk pijakan yang kokoh untuk pertumbuhan berkelanjutan.
Transformasi ini membuat TOBA lebih fokus pada lini bisnis hijau sebagai fondasi masa depan. Penekanan pada pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan ekosistem kendaraan listrik dipandang sebagai pendorong utama nilai bagi pemegang saham. Secara keseluruhan, arah strategis ini dirancang untuk menjaga kinerja operasional tetap kuat meskipun dalam dinamika pasar yang berubah.
Penekanan pada sektor hijau membuat TOBA lebih kuat dalam menghadapi tantangan eksternal dan mendorong stabilitas jangka panjang. Manajemen menegaskan bahwa progres transformasi akan berdampak positif terhadap margin dan arus kas di masa depan. Dengan kas yang moderat dan rencana pertumbuhan yang terukur, prospek jangka panjang dinilai menjanjikan bagi para pemangku kepentingan.
Selama Q1-2026 TOBA berhasil membalik arus kas menjadi positif sebesar USD9,9 juta, bertolak dari periode sama tahun lalu yang mencatat kerugian USD2,9 juta. Pencapaian ini menunjukkan kelanjutan transisi bisnis yang berfokus pada likuiditas dan stabilitas keuangan. Peningkatan arus kas dipandang sebagai fondasi untuk ekspansi operasional di masa mendatang.
Dalam hal pendapatan, TOBA mencatat peningkatan sebesar 20,5 persen secara konsolidasi, disertai lonjakan laba kotor sebesar 46,7 persen. Total kerugian periode berjalan berhasil ditekan lebih dari 83 persen secara tahunan menjadi USD9,5 juta, khususnya karena tidak berulangnya kerugian dari divestasi entitas PLTU tahun lalu. Hal ini menunjukkan perubahan profil keuangan yang lebih resilien terhadap perubahan pasar.
Penekanan pada segmen pengelolaan limbah telah menjadi motor utama pertumbuhan, menyumbang 60 persen terhadap total pendapatan dan 93 persen EBITDA Disesuaikan. Perkembangan operasional terlihat dari peningkatan pendapatan segmen ini menjadi USD51,9 juta, tumbuh sekitar 447,69 persen dibanding periode sama tahun lalu. Selain itu, layanan Cora Environment Singapura melayani lebih dari 470.000 pelanggan dengan 100 persen ketersediaan fasilitas.
Di segmen energi terbarukan, PLTM Mini Hydro berkapasitas 6 MW telah beroperasi penuh dan memberikan kontribusi pendapatan sebesar USD3,2 juta. Proyek PLTS Terapung berkapasitas 46 MWp juga telah mencapai progres signifikan dengan target operasional pada triwulan IV-2026. Proyek ini diharapkan memperluas portofolio energi bersih TOBA dan memperkuat arus kas berkelanjutan.
Segmen kendaraan listrik melalui Electrum menunjukkan tren positif, dengan pendapatan tumbuh menjadi USD3,2 juta setelah kenaikan 137,82 persen dibanding periode sebelumnya. Jumlah unit motor listrik operasional meningkat dari 5.100 menjadi 9.082 unit pada Maret 2026. Inisiatif pendukung seperti 426 stasiun pertukaran baterai memperkuat infrastruktur layanan dan mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan.
Di sektor batu bara, TOBA berupaya menjaga margin melalui efisiensi biaya operasional tunai sebesar USD42,5 per ton dan margin laba kotor 15,8 persen. Secara keseluruhan, perusahaan menjaga kelangsungan operasional meskipun menghadapi volatilitas harga. Dalam konteks strategis, TOBA menegaskan komitmen pada target netralitas karbon pada 2030 dan menjaga likuiditas yang memadai, dengan posisi kas sekitar USD103,3 juta.