
Langkah bersejarah ini menandai babak baru bagi EPAC. PT Triple Berkah Bersama resmi menuntaskan proses pengambilalihan dan mengamankan kendali atas perseroan. Langkah ini diproyeksikan sebagai pondasi bagi ekspansi bisnis yang lebih agresif di sektor terkait.
Akuisisi mencakup 1.141.671.100 saham, setara 34,56 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh EPAC. Saham tersebut diambil alih dari dua pemegang saham, yaitu Ryan Permana dan Nessy Sarinda. Berdasarkan keterbukaan informasi BEI pada 23 Juli 2026, transaksi dilakukan dengan harga Rp12 per saham, sehingga nilai total akuisisi mencapai sekitar Rp13,7 miliar.
Triple B menegaskan bahwa transaksi ini bagian dari strategi investasi untuk mendukung rencana pengembangan dan ekspansi grup. Perusahaan menyatakan tidak afiliasi dengan EPAC dalam transaksi ini, dan ultimate beneficial owner (pemegang kendali akhir) adalah Noprian Fadli. Dengan rampungnya akuisisi, Triple Berkah Bersama resmi menjadi pengendali baru EPAC dan menegaskan komitmen terhadap tata kelola yang lebih transparan.
Pengambilalihan sebesar 34,56% membuat Triple B menjadi pengendali baru EPAC. Transaksi dilakukan pada harga Rp12 per saham, dengan total nilai sekitar Rp13,7 miliar, sebagaimana disampaikan dalam keterbukaan BEI pada 23 Juli 2026. Saham yang diakuisisi berasal dari dua pemegang lama, Ryan Permana dan Nessy Sarinda.
Kebijakan pasar merespons berita ini dengan volatilitas harga. Pada perdagangan terakhir, EPAC turun 3,03% ke level Rp64, dan penurunan mingguan mencapai sekitar 7,25%. Investor menantikan langkah tindak lanjut terkait penawaran wajib oleh pengendali baru.
Sesuai POJK 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka, pengendali baru EPAC diwajibkan melaksanakan tender offer kepada pemegang saham publik. Hal ini bertujuan menjaga hak minoritas sambil memastikan perubahan kepemilikan berjalan secara transparan. BEI dan otoritas terkait akan memantau pelaksanaan proses ini sesuai regulasi yang berlaku.
Manajemen menyatakan pengambilalihan ini merupakan langkah strategis untuk mendukung rencana pengembangan dan ekspansi grup. Pihak manajemen menegaskan bahwa kepemilikan baru akan memacu sinergi antar unit usaha dan meningkatkan daya saing perseroan. Langkah ini juga dipandang sebagai sinyal komitmen jangka panjang untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
Kepemilikan bukan afiliasi dengan EPAC dan kebenaran pemegang kendali akhir Noprian Fadli menambah jelas ketertiban kepemilikan di pasar. Cetro Trading Insight mencatat bahwa struktur kepemilikan ini sejalan dengan ketentuan regulator dan meningkatkan transparansi. Para pemangku kepentingan diperkirakan akan memantau progres pelaksanaan tender offer serta rencana ekspansi operasional ke depan.
Dampak terhadap saham EPAC dan lanskap pasar modal akan dipengaruhi oleh implementasi tender offer dan kemampuan manajemen baru menjalankan rencana ekspansi. Sinyal perdagangan terkait EPAC saat ini tidak cukup untuk rekomendasi buy atau sell, sehingga tidak ada rekomendasi aksi pada saat ini. Investor disarankan mengikuti perkembangan regulasi dan laporan keuangan EPAC secara berkala melalui Cetro Trading Insight.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Pengendali baru | PT Triple Berkah Bersama |
| Persentase kepemilikan | 34,56% |
| Nilai akuisisi | Rp13,7 miliar |
| Harga per saham | Rp12 |
| Regulasi | POJK 9/POJK.04/2018; tender offer wajib |