TUGU Terkerek Dana Asing: Laba Konsolidasi 2025 dan Dividen Atraktif Jadi Katalis Harga Saham

TUGU Terkerek Dana Asing: Laba Konsolidasi 2025 dan Dividen Atraktif Jadi Katalis Harga Saham

Signal T/UGUBUY
Open1450
TP1600
SL1350
trading sekarang

Data broker menunjukkan bahwa sejak 2-13 Februari 2026, investor asing membeli saham TUGU secara bersih, mencapai Rp15,1 miliar. Aksi beli ini mencerminkan keyakinan terhadap ekspektasi kinerja keuangan perusahaan serta potensi laba konsolidasi yang akan dirilis. Di balik lonjakan ini, likuiditas saham semakin membaik, membuat aset tersebut lebih menarik bagi investor institusional. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami konteks pasar secara menyeluruh.

Harga saham TUGU kembali menguat ke Rp1.450 per saham pada perdagangan Rabu, 18 Februari 2026, setelah jeda Imlek. Analis Phillip Sekuritas Indonesia, Edo Ardiansyah, menilai tren kenaikan sejalan dengan aliran dana asing yang terus menguat dan memperlihatkan adanya permintaan yang solid. Dalam konteks volatilitas global, harga emas saat ini sering dipandang sebagai barometer persepsi risiko, sehingga reli saham TUGU juga mencerminkan pergeseran risk appetite investor.

Rata-rata nilai perdagangan saham TUGU sepanjang 2026 mencapai sekitar Rp8,4 miliar per hari, meningkat signifikan dibandingkan Rp3,5 miliar di tahun 2025. Hal ini menandakan peningkatan likuiditas yang mendukung aktivitas pasar dan memudahkan masuknya investor baru. Array data broker menunjukkan arus masuk asing yang konsisten, memperkuat narasi rerating valuasi saham ini ke zona yang lebih premium.

Analis Phillip Sekuritas Indonesia, Edo Ardiansyah, menilai ekspektasi laba konsolidasi full-year 2025 cukup kuat berdasarkan laporan bulanan perusahaan dan segmen reasuransi. Ia menyebut laba bersih konsolidasi bisa tembus di atas Rp700 miliar jika momentum pendapatan premi tetap solid. Di samping itu, struktur modal TUGU yang kuat dengan RBC sekitar 350 persen memberi ruang untuk kebijakan dividen yang lebih konsisten.

Dividen tetap menjadi pendorong utama bagi investor; rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio, DPR) telah bertahan di sekitar 40% dalam tiga tahun terakhir, menghasilkan yield historis sekitar 5-6 persen pada level harga saat ini. Secara logis, jika DPR dipertahankan pada tingkat historis, investor tetap bisa mengandalkan arus kas dari dividen meskipun volatilitas pasar berubah. Secara umum, harga emas saat ini juga mencerminkan dinamika risiko global yang dapat mempengaruhi alokasi modal.

Valuasi saham TUGU saat ini terlihat menarik dengan PBV sekitar 0,5x, dibandingkan peer yang berkisar 0,7x hingga lebih dari 1x. Array indikator pasar menunjukkan bahwa rerating bisa terjadi seiring laba tumbuh dan kebijakan dividen tetap atraktif. Para analis menekankan bahwa potensi pembagian dividen bisa meningkat tanpa mengorbankan likuiditas operasional.

Analisis lanjutan menunjukkan likuiditas meningkat, memberikan peluang entry yang lebih fleksibel bagi pelaku ritel maupun institusional. Pasar menilai bahwa rencana laba konsolidasi dan kebijakan dividen dapat mendorong arus modal masuk lebih lanjut. Cetro Trading Insight menegaskan pentingnya menjaga kehati-hatian pada tahap rerating valuasi, sambil memantau dinamika industri asuransi yang tetap sensitif terhadap risiko.

RBC sekitar 350% dan struktur modal yang solid menambah kapasitas perusahaan untuk menyerap risiko tanpa mengorbankan arus kas operasional. Proyeksi laba dapat tumbuh sejalan dengan ekspansi segmen reasuransi, menambah kestabilan run-rate pendapatan dan kemampuan membayar dividen secara berkelanjutan. Aspek ini membuat investor menilai TUGU sebagai pilihan yang menarik dalam sektor defensif yang juga didorong oleh likuiditas pasar.

Secara keseluruhan, pasar masih melihat potensi upside dengan PBV sekitar 0,5x dibandingkan dengan beberapa pesaing yang lebih tinggi, menambah peluang rerating. Array indikator pasar menunjukkan variasi pandangan investor, namun inti fundamental tetap menjadi dasar rekomendasi. Harga emas saat ini tetap menjadi faktor konteks untuk menilai risiko dan peluang, dan Array sebagai referensi data membantu memetakan skenario investasi terhadap saham TUGU.

broker terbaik indonesia