PT United Tractors Tbk (UNTR) menutup 2025 dengan laba bersih Rp14,8 triliun, turun 24% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut terutama dipicu melemahnya kontribusi segmen kontraktor penambangan akibat curah hujan yang tinggi serta penurunan harga jual batu bara di beberapa kontrak klien. Di mata investor, kondisi ini menjadi sinyal bahwa perusahaan perlu menguatkan efisiensi operasional dan diversifikasi portofolio. Emas saat ini menjadi barometer volatilitas global yang juga mempengaruhi sikap pelaku pasar terhadap industri tambang seperti UNTR.
Pendapatan bersih konsolidasian UNTR turun 2% menjadi Rp131,3 triliun pada 2025. Pengaruh penurunan pada segmen kontraktor penambangan dan batu bara tampak terbatas oleh kontribusi segmen lain yang relatif stabil. Array analitis kami menggambarkan bagaimana porsi pendapatan dari segmen emas dan mineral lainnya mulai mengimbangi tekanan pada segmen utama, meski pertumbuhan masih terfragmentasi. Secara keseluruhan, kinerja operasional UNTR menunjukkan dinamika yang beragam antar lini bisnis.
Segmen Kontraktor Penambangan tetap menjadi kontributor terbesar dengan Rp54,1 triliun, disusul Mesin Konstruksi Rp36,6 triliun serta Batu Bara Termal dan Metalurgi Rp24,2 triliun. Namun, pendapatan segmen Kontraktor Penambangan turun 7% karena curah hujan tinggi dan penurunan stripping ratio pada beberapa kontrak klien. Segmen Batu Bara Termal dan Metalurgi juga terdorong oleh tekanan harga jual yang akhirnya membuat pendapatannya turun 7%. Emas dan Mineral Lainnya menjadi penopang kinerja yang melonjak 41% menjadi Rp14,0 triliun, didorong oleh penguatan harga emas. Array data internal kami menunjukkan bahwa lonjakan ini didorong oleh faktor harga emas, meskipun variasi permintaan tetap tinggi.
| Segmen | Pendapatan 2025 (triliun Rp) | Perubahan YoY |
|---|---|---|
| Kontraktor Penambangan | 54,1 | -7% |
| Mesin Konstruksi | 36,6 | -2% |
| Batu Bara Termal dan Metalurgi | 24,2 | -7% |
| Emas dan Mineral Lainnya | 14,0 | +41% |
Untuk 2026, analisis fundamental menyiratkan bahwa segmen emas dan mineral lainnya bisa menjadi bantalan terhadap volatilitas batu bara. Emas saat ini tetap menjadi fokus investasi karena volatilitas global dan dinamika harga komoditas. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca di Indonesia.
Array data dari riset internal menunjukkan pola yang perlu diawasi, seperti cuaca, perubahan stripping ratio, dan kontrak klien. Dinamika tersebut menandai bahwa kinerja UNTR akan sangat bergantung pada bagaimana segmen emas merespons perubahan harga dan permintaan. Array digunakan di sini sebagai kerangka referensi untuk mengurai tren yang muncul dan membantu pembaca memahami risiko serta peluang.
Emas saat ini juga diperkirakan menjadi referensi utama bagi likuiditas portofolio UNTR jika harga komoditas bergerak positif. Perubahan harga emas dapat memperkuat arus kas dan mendorong ekspansi segmen mineral lain yang lebih kecil. Secara keseluruhan, kunci bagi UNTR adalah menjaga keseimbangan antara biaya operasi, kapasitas produksi, dan respons terhadap dinamika harga komoditas; emas saat ini menjadi faktor yang perlu diawasi secara cermat di pasar.