Langkah UNTR untuk melanjutkan program buyback selama tiga bulan ke depan memantik minat investor. Rencana ini menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan ingin menjaga stabilitas harga saham di tengah volatilitas pasar. Upaya ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menekankan kepercayaan pasar modal nasional.
Program buyback dilakukan tanpa skema RUPS, dan dijalankan oleh anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) sesuai POJK 13/2023. Keputusan ini menegaskan bahwa fokus utama adalah menjaga nilai perusahaan melalui efisiensi kepemilikan saham. Regulasi yang mengikat memastikan transparansi dan akuntabilitas bagi para pemegang saham dan pelaku pasar.
Nilai pembelian maksimum ditetapkan Rp2 triliun. Jika realisasi penuh, laba per saham diproyeksikan naik dari Rp4.082 menjadi Rp4.237, meningkatkan daya tarik investor terhadap UNTR. Inisiatif ini diharapkan memperkuat fondasi fundamental perseroan dan menambah bobot keyakinan investor terhadap prospek jangka menengah.
Penambahan pembelian saham secara signifikan berpotensi meningkatkan laba per saham (EPS). EPS yang lebih tinggi biasanya mendorong valuasi pasar menjadi lebih kompetitif, terutama jika buyback didanai dari kas operasional perseroan. Hal ini dapat menambah ruang bagi investor untuk menilai UNTR sebagai aset tahan lama dalam portofolio industri berat.
Hingga 31 Maret 2026, UNTR telah melakukan buyback sebanyak 36,4 juta saham senilai sekitar Rp1,1 triliun, dengan rata-rata harga pembelian sekitar Rp29.015 per saham. Realisasi tersebut mencerminkan komitmen perusahaan terhadap program dan memberi gambaran aliran dana yang perlu diobservasi ke depan. Dana buyback tersisa sekitar Rp943,6 miliar dan pelaksanaan buyback dihentikan sementara sejak akhir Maret 2026.
Pelaksanaan lanjutan buyback dengan alokasi dana lebih besar dipandang sebagai langkah yang dapat menambah stabilitas harga perseroan di pasar yang dinamis. Manajemen yakin langkah ini akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap nilai fundamental UNTR, meskipun faktor eksternal seperti volatilitas pasar komoditas dan permintaan sektor konstruksi tetap relevan.
Harga saham UNTR saat ini berada pada sekitar Rp31.050 per lembar, dengan rasio price earning (PER) 7,82 kali dan price to book value (PBV) 1,18 kali. Valuasi ini menunjukkan margin ruang bagi upside jika buyback maju sesuai rencana dan kinerja keuangan membaik. Dalam konteks industri, langkah buyback berpotensi memberi dukungan pada harga saat pasar menilai risiko tetap moderat.
Dari sisi teknis, buyback seringkali menjadi sinyal positif yang membantu menjaga lonjakan harga dalam kondisi pasar yang bergejolak. Manajemen menegaskan bahwa pembelian kembali saham diharap menstabilkan harga perseroan, sambil terus memantau momentum likuiditas dan arus kas perusahaan. Investor disarankan untuk memperhatikan progres buyback dan indikator laba per saham sebagai acuan keputusan.
Rekomendasi dari Cetro Trading Insight adalah fokus pada progres berkelanjutan program buyback dan perkembangan fundamental UNTR. Sinyal beli disarankan jika ada konfirmasi peningkatan EPS yang berkelanjutan dan arus kas yang kuat, dengan risiko terkait regulasi dan perubahan kebijakan fiskal yang perlu dipantau secara berkala. Jangan mengabaikan diversifikasi portofolio dan manajemen risiko saat menimbang posisi di UNTR.JK.