
UNTR mengambil langkah berani untuk menahan volatilitas pasar modal melalui aksi buyback saham besar. Pada hari Rabu 1 Juli 2026 perseroan mengumumkan rencana membeli kembali saham hingga total Rp2 triliun. Pembiayaan buyback ini bersifat internal dan tidak termasuk biaya perantara atau biaya terkait lainnya.
Ketentuan pelaksanaan buyback mengatur bahwa jumlah saham yang dibeli kembali tidak melebihi 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Selain itu, setelah pelaksanaan, jumlah saham free float tidak akan kurang dari 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Jadwalnya diperkirakan berlangsung mulai 1 Juli 2026 hingga 30 September 2026. Manajemen UNTR menilai langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah menjaga stabilitas dan keyakinan terhadap pasar modal Indonesia. Mereka juga menegaskan bahwa buyback ini bertujuan meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan mencerminkan kondisi fundamental perseroan.
Langkah buyback sering dipandang sebagai sinyal positif terhadap valuasi saham dan kepercayaan investor. UNTR menegaskan buyback ini bukan sekadar aksi sporadis, melainkan bagian dari strategi jangka menengah untuk menjaga nilai bagi pemegang saham. Dengan adanya buyback, likuiditas saham diharapkan tetap terjaga meski volatilitas pasar meningkat.
Selain itu, komitmen menjaga free float tetap di atas 15 persen pasca buyback berfungsi untuk menjaga keseimbangan antara kepemilikan publik dan kendali perseroan. Langkah ini juga menurunkan risiko overhang saham dan meningkatkan daya tarik investor institusional. Secara keseluruhan, aksi ini dipandang sebagai upaya positif bagi iklim investasi di sektor konstruksi dan pertambangan.
Manajemen menegaskan buyback tidak akan berdampak negatif pada kinerja operasional. Pembiayaan berasal dari dana internal perseroan dan bukan pinjaman atau dana hasil penawaran umum, sehingga arus kas dan aktivitas usaha tetap terjaga. Manajemen menambahkan bahwa perseroan memiliki modal dan arus kas yang memadai untuk membiayai buyback serta mendukung kegiatan usaha.
UNTR menegaskan pembiayaan buyback berasal dari dana internal perseroan. Hal ini menegaskan kemandirian keuangan dan menyoroti kemampuan perseroan untuk menjaga likuiditas tanpa mengandalkan utang. Dengan alokasi dana internal, perseroan menekankan bahwa buyback tidak membebani kemampuan operasional di masa mendatang.
Manajemen menambahkan bahwa cadangan kas dan arus kas posisi perseroan saat ini cukup untuk membiayai buyback serta mendanai kegiatan usaha inti. Kebijakan ini mencerminkan kehati-hatian dan perencanaan finansial jangka menengah yang sehat. Dalam konteks industri berat, dukungan finansial internal memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan.
Secara keseluruhan, langkah ini dinilai tidak mengganggu operasional UNTR dan diharapkan memberikan sinyal positif bagi pasar. Cetro Trading Insight menilai bahwa dengan buyback ini UNTR menunjukkan komitmen pada nilai pemegang saham sambil menjaga stabilitas pasar secara luas. Pengamatan pasar menunjukkan reaksi awal cenderung menunggu evaluasi harga dan kinerja kuartal berikutnya.