USD/CAD: Analisis Fundamental atas Rebound Minyak, Data PDB AS, dan Ketidakpastian Geopolitik

Signal USD/CADSELL
Open1.379
TP1.369
SL1.386
trading sekarang

USD/CAD berada sekitar 1,3790 pada sesi Asia Jumat, menunjukkan stabilitas jelang arah berikutnya. Harga minyak mentah, khususnya WTI, sedang rebound setelah kemarin mencatat penurunan lebih dari 2%. Perkembangan ini menjaga pasangan mata uang terpapar oleh dinamika gerak minyak dan risiko terkait.

Status Kanada sebagai eksportir minyak mentah terbesar ke Amerika Serikat menambah argumen bahwa CAD bisa mendapat dukungan jika harga minyak tetap lebih tinggi. Oleh karena itu, momentum USD/CAD bisa terbatas meski dolar AS menemui tekanan karena sentimen risiko. Kondisi saat ini menekankan bahwa pergerakan pasangan ini lebih dipengaruhi oleh dinamika pasar energi dibandingkan faktor dolar saja.

Harga minyak WTI terpantau sekitar $59,60 per barel menjelang pembacaannya. Investor menilai prospek minyak global, sementara CEO Saudi Aramco menekankan bahwa permintaan di negara berkembang tetap kokoh meski ada kekhawatiran kelebihan pasokan. Ketidakpastian geopolitik dan dinamika pasar energi menjadi faktor penting yang akan menggerakkan arah USD/CAD dalam beberapa sesi mendatang.

Dukungan Minyak dan Implikasi terhadap CAD

Di sisi lain, minat investor terhadap aset berisiko rendah menekan dolar AS, karena sentimen risiko membaik sejalan dengan rebound minyak. Nilai tukar USD terhadap beberapa mata uang utama tetap tertekan karena investor menyusun kembali ekspektasi risiko global. Dalam konteks ini, USD/CAD bisa kehilangan daya tarik jika minyak tetap kuat dan CAD mendapat manfaat dari perdagangan energi Kanada.

Data ekonomi AS yang membaik, termasuk PDB terannualisasi sebesar 4,4% di Kuartal III 2025, memberikan gambaran bahwa ekspansi ekonomi berjalan lebih kuat dari perkiraan. Klaim tunjangan pengangguran awal berada di kisaran 200 ribu untuk pekan yang berakhir 17 Januari, sedikit di bawah proyeksi namun masih menunjukkan tekanan pasar tenaga kerja. Pasar juga menimbang risiko geopolitik dan kebijakan global yang dapat mempengaruhi arus modal.

Analisis teknikal menunjukkan bahwa pergerakan USD/CAD tetap sensitif terhadap perkembangan minyak, kebijakan moneter, dan risiko geopolitik. Evaluasi menyeluruh terhadap level harga dan volatilitas diperlukan sebelum mengambil posisi jangka pendek. Dalam konteks ini, kepastian arah lebih bergantung pada respons pasar energi dan data ekonomi domestik AS daripada numerik teknikal semata.

Panggung Geopolitik, Kebijakan Energi, dan Data Ekonomi AS

Data PDB AS yang terannualisasi mencapai 4,4% di kuartal ketiga 2025, melampaui ekspektasi dan menunjukkan potensi kekuatan ekonomi. Klaim tunjangan pengangguran awal sekitar 200 ribu untuk pekan yang berakhir 17 Januari, menandai dinamika pasar tenaga kerja yang tetap ketat. Dalam konteks kebijakan keamanan global, pasar memperhatikan adanya kerangka kerja AS-NATO yang masih belum jelas namun menimbang kemungkinan akuisisi hak mineral dan penempatan rudal.

Sementara itu, Denmark menekankan potensi untuk melepaskan investasi dari obligasi AS, sebuah langkah yang bisa memicu volatilitas pasar lebih lanjut. Analis menyoroti risiko geopolitik yang dapat memanfaatkan kepemilikan aset AS sebagai pengungkit risiko di wilayah Eropa. Pasar terus memantau evaluasi antara dukungan minyak, aliran perdagangan energi, dan volatilitas kebijakan untuk menentukan arah USD/CAD dalam beberapa bulan mendatang.

Secara keseluruhan, fokus pasar tetap pada bagaimana data ekonomi AS menyatu dengan dinamika minyak dan risiko kebijakan, dengan potensi dampak pada USD/CAD yang menggugah arah trading serta level-level penting untuk pengambilan posisi.

broker terbaik indonesia