
USD/CAD menunjukkan momentum teknikal yang berbalik setelah mencapai tertinggi intraday satu minggu pada Selasa. Pasangan ini turun sekitar 25–30 pips dari level tertinggi tersebut dan menyentuh low harian baru di awal sesi Eropa. Pergerakan ini mencerminkan banyak investor mengambil keuntungan setelah rally sebelumnya, sementara minat terhadap dolar AS mereda seiring berkembangnya sentimen positif terhadap solusi diplomatik terkait konflik AS-Iran.
Dukungan terhadap pergerakan ini datang dari harapan bahwa Washington bisa mencapai solusi diplomatik dengan Iran, meskipun Iran menekan agar perubahan perilaku terkait pelayaran di Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri AS menyatakan kesiapan untuk solusi tersebut, asalkan Iran secara jelas mengubah perilaku di perdagangan global. Sementara itu, jalur pelayaran utama di Hormuz tetap berisiko karena konfrontasi militer antara AS dan Iran, menambah ketidakpastian di pasar energi.
Imperatif kebijakan moneter juga memengaruhi arah pasangan. Ada ekspektasi bahwa Federal Reserve bisa menaikkan suku bunga pada akhir tahun, meskipun beberapa pejabat menekankan data inflasi dan prospek energi. Sebaliknya, Bank of Canada diperkirakan menahan suku bunga melalui sisa 2026 karena inflasi di Kanada relatif lemah. Dalam konteks itu, para trader menilai peluang terbatas untuk pergerakan berkelanjutan tanpa katalis baru. Menurut Cetro Trading Insight analisis ini mencerminkan dinamika pasar yang sensitif terhadap perkembangan geopolitik dan data ekonomi.
Ketegangan geopolitik di Teluk Persia dan blokade maritim Houthis meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak global. Interupsi di jalur Hormuz memperburuk volatilitas harga minyak dan memberi dampak langsung pada CAD yang cenderung sensitif terhadap minyak mentah. Pasar energi tetap menjadi faktor utama yang mempengaruhi arah USD/CAD dalam jangka pendek.
Harga minyak yang tetap kuat secara historis memberikan dukungan pada CAD karena mata uang tersebut terkait erat dengan komoditas energi. Ketika minyak menguat, CAD cenderung menguat terhadap USD, yang membantu pergerakan USD/CAD kembali ke wilayah lower. Namun dinamika ini bisa berubah dengan cepat jika faktor geopolitik atau data ekonomi negara terkini berubah.
Selain faktor minyak, kebijakan moneter juga menahan arah pasangan. Ekspektasi bahwa Fed akan mengambil langkah kenaikan suku bunga di akhir tahun menambah dukungan bagi USD, sementara BoC tetap pada jalur kebijakan yang permisif terhadap sisi inflasi. Perkembangan tarif perdagangan yang diberlakukan pemerintah AS terhadap Kanada juga bisa menekan CAD, menambah volatilitas jangka pendek pada pasangan.
Dari sudut pandang trading, artikel menyarankan bahwa tidak ada sinyal teknikal yang jelas untuk mengambil posisi sekarang. Pasangan ini dipengaruhi laporan geopolitik dan pernyataan kebijakan moneter, sehingga konfirmasi harga diperlukan sebelum memasuki posisi baru. Dengan demikian, trader cenderung menghindari langkah besar tanpa kepastian arah.
Disarankan untuk menunggu konfirmasi gerak harga melalui penutupan harian di atas atau di bawah level kunci yang relevan. Tanpa sinyal yang meyakinkan, hindari posisi berisiko tinggi dan pertimbangkan skenario netral terlebih dahulu. Gunakan manajemen risiko yang ketat dan patuhi rencana trading Anda.
Jika nantinya muncul sinyal trading, pastikan rasio risiko terhadap imbalan minimal 1:1.5. Untuk contoh skenario, posisi buy yang potensial hanya layak jika ada konfirmasi bahwa harga bisa bergerak lebih tinggi dari pembukaan, sedangkan target dan stop harus dirancang agar keuntungan melebihi risiko setidaknya satu setengah kali lipat. Sambil menunggu kepastian, fokus pada strategi yang disiplin dan alokasikan risiko sesuai toleransi Anda.