
USD/CAD berhenti di sekitar 1.3725 pada awal perdagangan Asia hari Senin, menunjukkan pasar yang cenderung menunggu arah selanjutnya. Pergerakan datar ini terjadi di tengah kekhawatiran geopolitik dan pergeseran sikap kebijakan dari dua bank sentral. Menurut Cetro Trading Insight, dinamika tersebut mencerminkan ketidakpastian pasar yang meningkat, bukan tanda tren yang jelas.
Para trader menilai bagaimana risiko internasional mempengaruhi aliran modal dan posisi mata uang. Kondisi ini menambah volatilitas jangka pendek, karena investor menimbang risiko geopolitik melawan faktor fundamental seperti harga minyak.
Sementara itu, pasar juga menunggu komentar lanjutan dari Fed dan BoC untuk memahami arah kebijakan kedepan. Ketidakseimbangan antara prospek suku bunga dan tekanan inflasi membuat aksi harga lebih dinamis.
Harga minyak mentah melonjak di atas level $100 per barel, memberi dukungan pada CAD karena Kanada adalah negara pengekspor minyak utama. Lonjakan tersebut biasanya mendorong CAD lebih kuat terhadap mata uang terkait komoditas, meski faktor lain juga mempengaruhi arah pasangan.
Namun, sentimen risk-off dan potensi eskalasi konflik menjaga USD sebagai mata uang pelindung nilai utama. Penilaian ini membuat efek kenaikan minyak terhadap CAD menjadi tidak menentu, tergantung pada bagaimana risiko global berkembang.
Secara umum, para analis menilai bahwa pergerakan harga minyak bisa menjadi faktor penentu bagi arah CAD jika faktor lain mereda. Investor disarankan untuk memantau pergerakan minyak serta komentar kebijakan BoC dan Fed yang dapat merubah prospek pasangan.
Federal Reserve mempertahankan kisaran suku bunga 3.50%–3.75% pada pekan sebelumnya dan menyoroti dampak naiknya harga minyak terhadap inflasi. Kebijakan ini menambah arah bagi USD ketika inflasi tetap menjadi fokus di tengah volatilitas minyak.
Bank of Canada mempertahankan suku bunga 2.25% pada pertemuan Maret meskipun memperingatkan bahwa prospek ekonomi global sangat tidak pasti akibat konflik Iran. Perbedaan sikap kebijakan antara kedua bank sentral menambah dimensi risiko bagi pasangan mata uang ini.
Di pasar, eskalasi AS-Iran menambah tekanan pada likuiditas dan volatilitas, membuat USD menjadi pelindung nilai meskipun risiko geopolitik membatasi pergerakan besar bagi USD/CAD. Dengan tingkat risiko hingga potensi pergerakan, trader perlu mempertimbangkan setup risk-reward yang memadai.