Wall Street Menguat Rekor Didukung AI dan Tenaga Kerja AS yang Kuat | Cetro Trading Insight

Wall Street Menguat Rekor Didukung AI dan Tenaga Kerja AS yang Kuat | Cetro Trading Insight

trading sekarang

Cetro Trading Insight melaporkan bahwa pembukaan perdagangan di bursa AS pada Jumat ini terasa sangat megah, menandai langkah baru bagi indeks utama. S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi baru setelah pembukaan yang didorong oleh optimisme terhadap saham teknologi. Dow Jones Industrial Average naik 106,64 poin atau 0,22 persen, menjadi 49.703,61; S&P 500 menguat 0,46 persen ke 7.371,21; Nasdaq melonjak 0,76 persen menjadi 26.001,69. Pergerakan ini menunjukkan minat investor terhadap potensi pertumbuhan laba perusahaan di sektor teknologi.

Saham Nvidia dan Apple masing-masing menguat lebih dari 2 persen, memberikan dorongan signifikan bagi indeks secara keseluruhan. Optimisme mengenai permintaan infrastruktur untuk kecerdasan buatan AI turut memperkuat sentimen positif di pasar saham, terutama bagi sektor semikonduktor yang bergantung pada adopsi AI. Ketatnya suasana pasar sebelumnya perlahan mereda, menumbuhkan pandangan bahwa peluang laba jangka pendek untuk perusahaan-perusahaan teknologi masih terbuka lebar.

Sementara itu, indeks S&P 500 dan Nasdaq berada dalam jalur reli enam pekan berturut-turut, reli mingguan terpanjang sejak Oktober 2024. Para pelaku pasar juga memperhatikan dinamika geopolitik regional termasuk ketegangan di Timur Tengah dan dampaknya terhadap harga komoditas. Harga minyak sempat menyentuh USD100 per barel sebelum melemah tipis, menambah lapisan risiko yang perlu dipantau para investor.

Data tenaga kerja Amerika Serikat untuk bulan April 2026 menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih tinggi dari ekspektasi, sementara tingkat pengangguran tetap di level 4,3 persen. Kondisi pasar tenaga kerja yang masih kuat membantu menjaga kepercayaan konsumen dan stabilitas pola belanja rumah tangga. Analis menilai angka ini memperkuat kemungkinan tidak adanya pemotongan agresif suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Menurut Sam Stovall, Kepala Strategi Investasi CFRA Research, kekuatan pasar tenaga kerja memberikan fondasi bagi konsumen untuk terus menjaga belanja mereka. Banyak pelaku pasar kini memperkirakan The Fed akan mempertahankan kisaran suku bunga di 3,50-3,75 persen hingga akhir tahun. Hal ini mencerminkan pendekatan kebijakan yang lebih berfokus pada kestabilan dan pengurangan volatilitas jangka pendek.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2026, sekitar 83 persen dari 440 perusahaan anggota S&P 500 yang telah merilis laba melampaui estimasi analis, lebih tinggi dari rata-rata jangka panjang sekitar 67 persen. Namun, meski angka laba menjanjikan secara agregat, beberapa saham tetap menghadapi tekanan individu. Cloudflare turun sekitar 18,6 persen setelah memangkas tenaga kerja dan mengoreksi proyeksi pendapatan kuartal II yang lebih lemah dari ekspektasi pasar; Trade Desk turun 5,3 persen; CoreWeave melemah 9 persen karena revisi belanja modal; Expedia turun 8,7 persen terkait dampak konflik Timur Tengah terhadap permintaan perjalanan.

banner footer