Faktor fundamental yang mendominasi pergerakan USD/CAD pekan ini adalah paket kebijakan moneter AS dan dinamika hubungan perdagangan dengan Kanada. Presiden AS telah menimbulkan kebingungan dengan komentar mengenai kandidat ketua The Fed, yang membuat pelaku pasar menilai arah suku bunga dalam beberapa bulan ke depan. Di sisi lain, ancaman tarif 50% untuk pesawat Kanada menambah risiko geopolitik yang bisa memicu pengetatan likuiditas di pasar mata uang. Kondisi ini memperketat spread risiko antara dolar dan CAD serta mendorong pergeseran aliran modal menuju aset lindung nilai.
Analisis pasar menunjukkan bahwa spekulasi mengenai independensi The Fed dan jalannya negosiasi fiskal dapat menjadi katalis utama bagi USD. Investor menimbang bagaimana perubahan kebijakan dapat mempengaruhi biaya pinjaman dan proyeksi inflasi AS. Sementara itu, berita bahwa tarif 50 persen mungkin diberlakukan menambah ketidakpastian bagi eksportir Kanada dan membebani kurs CAD terhadap dolar. Akibatnya, peluang untuk breakout jangka pendek menuju wilayah lebih tinggi muncul jika fokus beralih ke data ekonomi utama yang akan dirilis.
Para pelaku pasar juga memantau sinyal dari pasar saham dan komoditas karena korelasi risiko global bisa memunculkan pergerakan risiko aversion atau risk appetite. Ketidakpastian seputar keputusan kongres dan jadwal penutupan pemerintah AS menambah volatilitas mata uang utama. Secara keseluruhan, fitrah pasar mengisyaratkan bahwa USD lebih rentan terhadap pergerakan kebijakan daripada CAD jika berita baru mengubah pandangan tentang prospek suku bunga. Meski demikian, perkembangan diplomatik antara kedua negara tetap menjadi determinan utama arah jangka pendek pasangan ini.
Secara teknikal, USD/CAD telah rebound menuju sekitar 1.3520 pada sesi Asia, menghapus sebagian kerugian kemarin. Pasangan ini menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup volatil dengan kisaran dukungan dan tahanan di sekitar level kunci. Dalam kerangka chart, berada di atas level 1.3500 mencerminkan tekanan bullish yang sedang berlangsung di dolar AS. Para trader memperhatikan pola candle dan volume untuk konfirmasi arah gerak selanjutnya.
Rilis Laporan Indeks Harga Produsen AS yang dijadwalkan akhir pekan dapat menjadi pemicu jika angka menunjukkan tekanan inflasi yang lebih kuat dari perkiraan. Jika data menunjukkan kekuatan produksi, USD berpotensi menguat lebih lanjut terhadap CAD. Namun jika angka melemah, sentimen pasar bisa berbalik dan CAD memperoleh dukungan teknikal karena faktor risiko global. Oleh karena itu, alur teknikal bisa berubah secara cepat tergantung hasil data tersebut.
Level teknis utama yang perlu diperhatikan meliputi dukungan sekitar 1.3460 dan resistance di sekitar 1.3620. Breakout di atas resistance tersebut dapat membuka ruang rebound lebih lanjut, sementara retest di bawah dukungan bisa menekan pasangan kembali ke wilayah 1.3350. Trader juga memantau dinamika sentimen risiko karena berita politik dan kebijakan fiskal dapat mengubah arah intraday secara signifikan. Secara keseluruhan, skema teknikal menunjukkan peluang untuk posisi long jika harga mampu mempertahankan di atas 1.3500 dengan target menuju 1.3620 atau lebih tinggi.
Strategi perdagangan yang dianalisis di sini menekankan pendekatan fundamental dengan sentimen pasar yang sedang berubah. Sinyal utama menunjukkan potensi penguatan USD terhadap CAD berdasarkan harapan mengenai kebijakan The Fed dan respon terhadap ancaman tarif Kanada. Namun trader perlu menimbang risiko geopolitik dan ketidakpastian legislasi yang dapat memicu konsolidasi atau pembalikan arah. Kondisi pasar menuntut manajemen risiko yang ketat dan kepatuhan terhadap kerangka target profit yang telah ditetapkan.
Rencana perdagangan untuk posisi beli USD/CAD menetapkan open di 1.3520 dengan take profit di 1.3620 dan stop loss di 1.3460. Rasio risiko terhadap imbalan mencapai sekitar 1.7 banding 1, memenuhi standar minimal 1:1.5. Perdagangan seperti ini mengasumsikan kelanjutan momentum berita positif terhadap dolar AS dan asas fundamental yang mendasarinya. Pelaku pasar juga disarankan untuk mengamati perubahan kebijakan moneter serta berita impor secara real time.
Pertimbangan manajemen risiko lain termasuk volatilitas tinggi pada sesi lapangan Amerika dan ketidakpastian terkait tindakan pemerintah AS. Disiplin posisi sangat penting untuk menghindari overtrading di tengah volatilitas tinggi. Selain itu, disarankan untuk menutup posisi jika harga menembus level kunci atau jika data ekonomi baru mengubah prospek kebijakan secara tajam. Dengan pendekatan ini, potensi keuntungan dapat direalisasikan sambil menjaga eksposur risiko tetap terkendali.