Pasangan USD/CAD menunjukkan kekuatan berkelanjutan dengan pergerakan mendekati 1.3660 saat sesi Asia berlangsung. Dolar AS mendapat dukungan dari dinamika kebijakan moneter yang dipandang pasar lebih hati-hati terhadap pelonggaran, sementara CAD tetap tertekan oleh pelemahan harga minyak. Peran Kanada sebagai eksportir minyak mentah utama juga menjadi faktor kunci dalam arah pasangan ini.
Harga minyak WTI telah turun lebih dari 5% dalam beberapa sesi terakhir, dan diperdagangkan mendekati $62 per barel ketika laporan ini ditulis. Penurunan harga minyak menambah tekanan pada CAD karena tingkat pendapatan dari ekspor minyak Kanada menurun. Pelaku pasar juga memantau perkembangan di antara AS dan Iran yang berpotensi meredakan premi risiko geopolitik.
Di sisi kebijakan, penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve memicu ekspektasi bahwa sikap kebijakan akan lebih disiplin dan berhati-hati terhadap pelonggaran. Para pejabat Fed juga menunjukkan nada sabar mengenai jalur kebijakan. Sentimen risiko yang membaik setelah saat ini Senat AS mencapai kesepakatan untuk memajukan paket pendanaan pemerintah menambah dukungan terhadap dolar.
Faktor utama yang mempengaruhi CAD adalah pergerakan harga minyak global. Ketika minyak turun, CAD cenderung melemah karena Kanada adalah negara pengekspor minyak utama dan pendapatan ekspor menurun. Meski demikian, faktor lain seperti arah kebijakan moneter AS tetap menjadi penentu utama arah USD/CAD.
Penurunan harga minyak juga mempengaruhi sentimen pasar secara luas, karena pasar energi memainkan peran penting dalam ekonomi Kanada. Respon investor terhadap berita geopolitik dan negosiasi antara negara adidaya turut memodulasi volatilitas pasangan ini. Dalam skenario saat ini, dolar AS cenderung menguat karena prospek kebijakan Fed yang lebih ketat.
Secara teknis, pergerakan harga masih menunjukkan tren kenaikan bagi USD/CAD meskipun fleksibilitas CAD terbatas. Nilai minyak yang turun memberi tekanan pada CAD, sementara dukungan dari harga dolar AS menambah peluang pasangan ini untuk melanjutkan kenaikan. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca awam dengan bahasa yang mudah dipahami.
Penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Fed dipandang sebagai sinyal pendekatan yang lebih disiplin terhadap pelonggaran moneter, meskipun beberapa pejabat menekankan nada yang sabar. Pembagian rentang target suku bunga 3,50%–3,75% secara umum dinilai netral oleh berbagai pejabat bank sentral. Ketatnya kebijakan dapat memberikan dukungan bagi dolar jika investor menilai risiko inflasi lebih tinggi di masa mendatang.
Pernyataan dari pejabat Fed menegaskan bahwa potongan suku bunga lebih lanjut tidak diperlukan untuk saat ini, memperkuat persepsi bahwa jalur kebijakan akan tetap agak ketat. Sejalan dengan itu, nada optimis mengenai fiskal dan dukungan pasar turut menggambarkan situasi yang lebih stabil. Sentimen pasar menjadi lebih positif setelah Senat mencapai kesepakatan untuk memajukan paket pendanaan pemerintah, mengurangi risiko penutupan pemerintah.
Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca awam, dengan fokus pada bagaimana dinamika kebijakan Fed dan berita fiskal memengaruhi arah USD/CAD serta sentimen risiko global.