
USD/CAD menguat untuk hari kedua karena kombinasi faktor fundamental yang melibatkan data inflasi Kanada, dinamika perdagangan global, dan sikap pasar terhadap kebijakan moneter. Data CPI Kanada yang lebih lemah serta ancaman tarif baru AS terhadap produk Kanada menambah tekanan pada CAD. Di sisi lain, USD tetap berada pada posisi yang kuat didorong oleh harapan kenaikan suku bunga The Fed yang lebih tinggi.
Statistik menunjukkan inflasi tahunan Kanada turun menjadi 2,8% di Juni dari 3,2% bulan sebelumnya, dengan tekanan harga inti BoC juga jatuh di bawah 2% untuk pertama kalinya dalam hampir enam tahun. Gambaran tersebut meningkatkan ekspektasi pasar bahwa BoC akan menahan suku bunga sepanjang sisa 2026. Investor menilai bahwa kebijakan domestik Kanada akan lebih longgar relatif terhadap arah kebijakan saldo AS.
Di sisi lain, fokus investor juga tertuju pada eskalasi ketegangan perdagangan antara AS dan Kanada, serta potensi perang dagang baru. Turbulensi di zona Timur Tengah dan kekhawatiran mengenai kebijakan Fed mendorong USD lebih lanjut. Namun, harga minyak yang lebih tinggi menopang CAD terkait komoditas dan membatasi kerugian lebih jauh bagi pasangan USD/CAD.
Harga minyak mentah tetap berada di level tinggi, sehingga CAD yang sensitif terhadap komoditas tidak sepenuhnya lema, meski USD tetap dominan. Kenaikan harga minyak membantu membatasi penurunan bagi Loonie dan menahan laju kenaikan spot USD/CAD. Investor menilai faktor minyak memberi dukungan pada aset berbasis komoditas meski risiko kebijakan lebih besar menekan mata uang Kanada.
Mencermati data AS dan Kanada, pergeseran sentimen tampak dipimpin oleh perkembangan geopolitik, termasuk eskalasi di Timur Tengah yang dapat menjaga harga minyak di level tinggi. Sinyal volatilitas muncul karena risiko perang dagang dan proyeksi kebijakan moneter. Trader cenderung berhati-hati dan menanti rilis data lanjutan sebelum mengambil posisi besar.
Secara teknikal, rebound harga USD/CAD muncul dari level 1,40 yang psikologis, menandai pemulihan berkelanjutan. Pada sesi Asia, pair sempat menyentuh sekitar 1,4085, menandai dinamika positif untuk USD. Namun pembacaan fundamental yang beragam memberi sinyal kehati-hatian bagi pembeli berlebihan.
Sentimen pasar didorong oleh laju pemulihan dolar AS dan ekspektasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya satu kali tahun ini. Kenaikan imbal hasil obligasi AS dan komentar pejabat bank sentral memperkuat pandangan ini, meskipun dinamika inflasi dan data ekonomi domestik Amerika masih perlu diamati. Pasar juga menilai risiko geopolitik seperti eskalasi di Timur Tengah akan menambah volatilitas.
Isu perdagangan antara AS dan Kanada menambah risiko bagi CAD, dengan langkah-langkah tarif yang baru bisa memperbesar tekanan pada mata uang Kanada. Kementerian perdagangan Kanada dan pemerintah berupaya menjaga jalur negosiasi sambil menahan langkah balasan. Dalam konteks ini, USD/CAD mungkin tetap berada dalam kisaran yang lebih tinggi hingga sentimen perdagangan jelas.
Para trader cenderung menunggu perkembangan lebih lanjut terkait konflik regional dan laporan inflasi, sebelum mengambil posisi besar. Cetro Trading Insight menilai bahwa peluang teknikal tetap ada, asalkan USD menjaga momentum dan minyak tetap berada pada level suportif. Secara keseluruhan, pasangan ini terlihat lebih kuat secara teknikal jika harga minyak tetap suportif dan risiko geopolitik tidak meningkat.