USD/JPY Mendekati Puncak Multi-Dekade Didukung Lonjakan Harga Minyak dan Isyarat Intervensi Jepang

USD/JPY Mendekati Puncak Multi-Dekade Didukung Lonjakan Harga Minyak dan Isyarat Intervensi Jepang

trading sekarang

USD/JPY berada dekat level tertinggi multi-dekade sekitar 163.24 terhadap USD, menandai momentum kuat bagi pasangan ini. Yen melemah karena lonjakan harga minyak yang dipicu meningkatnya risiko pasokan di wilayah Timur Tengah. Beberapa pejabat Jepang mengisyaratkan kemungkinan intervensi jika diperlukan, meski belum menyebut level spesifik.

Secara teknikal, tren naik terlihat dari moving average eksponensial 20 hari yang melandai di sekitar 162.15 dan garis tren dukung yang kembali menanjak di sekitar 162.16. RSI berada di kisaran 65,9, menunjukkan ruang bagi kenaikan namun mendekati wilayah overbought. Pola grafik Rising Wedge terpantau pada grafik harian, yang biasanya mengarah ke pembalikan setelah reli tajam.

Resistance utama terdekat ada di sekitar 163.50 dan jika ditembus dapat membuka jalan menuju 164.00. Sementara itu, area support utama berada di 162.15–162.16 sebagai zona permintaan kunci sebelum mengalami koreksi lebih dalam. Pasar menantikan rilis CPI Jepang bulan Juni untuk memberikan konfirmasi arah yang lebih jelas.

Faktor fundamental terkait minyak juga mempengaruhi dinamika USD/JPY. Harga minyak meningkat karena risiko pasokan global meningkat setelah penutupan Selat Bab el-Mandeb oleh kelompok yang bersekutu dengan Iran. Dampaknya, biaya energi lebih tinggi memberi tekanan pada mata uang negara pengimpor energi seperti Jepang. Sementara itu, Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan otoritas siap mengambil langkah bila diperlukan, tanpa mengungkap level target.

Rilis data CPI Jepang yang akan datang menjadi kunci penentu arah jangka pendek. Selain itu, dinamika pasar minyak dan risiko geopolitik menambah nuansa risk sentiment global yang bisa mengangkat dolar AS secara umum. Ketidakpastian kebijakan fiskal dan moneter juga membentuk ekspektasi pergerakan pasangan ini.

Secara teknikal maupun fundamental, potensi pergerakan ke atas akan terlihat jika pasangan berhasil menembus 163.50, dengan target sekitar 164.00. Namun jika tekanan turun melampaui 162.16, peluang koreksi lebih lanjut meningkat dan bisa menekan upside. Pelaku pasar sebaiknya menjaga manajemen risiko dan menyesuaikan ekspektasi dengan data ekonomi serta perkembangan geopolitik.

banner footer