Data penjualan ritel AS bulan November menunjukkan peningkatan sebesar 0,6% menjadi 735,9 miliar dolar, melampaui ekspektasi pasar setelah penurunan 0,1% pada Oktober. Angka tersebut mengindikasikan pemulihan permintaan konsumen dan menambah dasar bagi argumen bahwa The Fed bisa mempertahankan suku bunga pada pertemuan mendatang. Dengan demikian, investor menilai peluang bank sentral AS untuk menahan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang sebagai kemungkinan yang lebih nyata.
Selain itu, Indeks Harga Produsen menunjukkan angka 3% secara year on year untuk November, menambah tekanan terhadap inflasi bagi pelaku ekonomi. Data tenaga kerja juga mendukung gambaran stabilitas ekonomi, dengan tingkat pengangguran yang melunak menjadi 4,4% di Desember. Akumulasi data ini memperkuat konsensus pasar bahwa The Fed akan menjaga kebijakan suku bunga pada periode ini.
Komentar dari analis mulai bergeser menimbang potensi jalur suku bunga yang tidak agresif, dengan Morgan Stanley memangkas ekspektasi penurunan suku bunga hingga Juni atau September. Dalam konteks pasangan USD/CAD, data AS yang lebih kuat cenderung menambah berat pada USD, meskipun CAD mendapat dukungan dari harga minyak yang menguat. Pasar juga akan memperhatikan rilis klaim tunjangan pengangguran awal yang dirilis kemudian untuk melihat apakah momentum tenaga kerja bertahan.
Minyak mentah WTI berhasil menembus sekitar 60,20 dolar AS per barel, memberikan dukungan signifikan bagi CAD karena Kanada tetap menjadi eksportir minyak berpengaruh ke pasar global. Saat harga minyak naik, nilai CAD cenderung menguat karena arus perdagangan energi menjadi pendorong utama ekonominya. Ketegangan geopolitik yang berkelanjutan di Iran menambah volatilitas di pasar energi dan mata uang terkait komoditas.
Secara teknikal, USD/CAD bergerak di sekitar level 1,3890 pada sesi Asia, mempertahankan tren positif meski ada tilt menuju rebound USD. Kedua sisi dipengaruhi oleh dinamika minyak dan ekspektasi kebijakan bank sentral, sehingga arah pergerakan menjadi lebih kumulatif tergantung bagaimana data ekonomi terbaru mempengaruhi preferensi investor. Para trader memperhatikan komentar pejabat Federal Reserve serta rilis pekerjaan AS untuk menilai kemungkinan perubahan kebijakan.
Secara keseluruhan, prospek pergerakan pasangan ini tergantung pada keseimbangan antara dorongan dari minyak dan langkah kebijakan moneter yang lebih luas. Walaupun ada potensi kenaikan, CAD dapat menahan laju karena manajemen risiko geopolitik dan volatilitas energi. Berdasarkan informasi yang ada, tidak ada sinyal perdagangan yang cukup kuat untuk rekomendasi beli atau jual pada saat ini, sehingga sebaiknya investor menunggu konfirmasi data ekonomi berikutnya.