Rilis Nonfarm Payrolls NFP Februari menunjukkan pelemahan pada tenaga kerja AS. Angka NFP turun 92 ribu, gagal memenuhi ekspektasi kenaikan 59 ribu. Tingkat pengangguran naik menjadi 4,4 persen, sedangkan upah per jam rata-rata meningkat 0,4 persen secara bulanan, menurut laporan tersebut.
Indeks dolar DXY awalnya melemah, tetapi tren mingguan tetap naik karena meningkatnya permintaan safe-haven terkait eskalasi konflik AS-Iran. Menurut Cetro Trading Insight, dinamika ini menambah ketidakpastian bagi mata uang utama dan mempertahankan volatilitas pasar valuta asing. Analis memperkirakan volatilitas akan tetap tinggi hingga rilis data ekonom i berikutnya.
Penjualan ritel AS menunjukkan kelemahan, dengan penurunan 0,2 persen MoM pada Januari, sementara kelompok kontrol ritel naik 0,3 persen dan penjualan tanpa otomotif tetap stabil di 0%. Data ini menambah tekanan bagi Federal Reserve untuk menjaga kehati-hatian kebijakan moneternya di tengah risiko inflasi yang masih relevan.
Harga minyak WTI telah melonjak lebih dari 30 persen sepanjang minggu ini, diperdagangkan sekitar 88,75 dolar AS per barel pada saat penulisan. Eskalasi konflik antara AS dan Iran turut menjaga tekanan pasokan di Hormuz, menambah kekhawatiran terhadap volatilitas harga minyak global.
Dalam konteks Kanada sebagai salah satu eksportir energi utama, kenaikan harga minyak cenderung meningkatkan pendapatan nasional dan neraca perdagangan, sehingga mendukung CAD. Para analis menilai bahwa pergerakan minyak menjadi faktor utama penguatan CAD dalam jangka pendek.
Data PMI Kanada, Ivey PMI, rebound ke level ekspansi 56,3 pada Februari, dengan angka ses seasonally adjusted juga meningkat menjadi 56,6. Peningkatan ini menandai kembalinya aktivitas bisnis ke zona ekspansi dan memberikan sinyal positif bagi prospek ekonomi domestik.