
Menurut analis BBH, Elias Haddad, USD/CNH sedang turun dan mendekati level support pada level multi-tahun di bulan Juni yaitu 6.7581. Pergerakan ini sebagian didorong oleh pelemahan luas dolar AS di pasar global. Para investor juga memperhatikan level teknikal kunci yang bisa menjadi penentu arah jangka pendek pasangan mata uang ini.
Kondisi dolar yang lemah secara luas memberi dukungan bagi CNH, mendorong pergerakan USD/CNH lebih rendah meskipun volatilitas pasar tetap tinggi. Investor menilai bahwa faktor makro-skala dan aliran perdagangan mendorong pergerakan turun jangka pendek.
Haddad menegaskan tren penurunan USD/CNH masih utuh secara keseluruhan, dengan potensi rebound terbatas jika proyeksi pertumbuhan China tidak berubah. Ia juga menyoroti potensi apresiasi berkelanjutan terhadap yuan yang dapat mempercepat transisi China menuju konsumsi melalui impor yang lebih murah dan peningkatan pendapatan riil. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Data perdagangan China untuk Mei menunjukkan surplus sebesar $105.4 miliar, meningkat lebih dari ekspektasi dan menjadi empat bulan tertinggi dalam periode tersebut. Angka tersebut menandakan kekuatan sektor ekspor China meskipun ada tantangan global, dan memberikan gambaran posisi China di pasar komoditas serta teknologi.
Ekspor China naik 19.4% secara tahunan, sedangkan impor melonjak 27.4% yoy, didorong terutama oleh permintaan global terhadap barang terkait AI dan peningkatan pembelian semikonduktor. Kondisi ini memperkuat argumen bahwa rantai pasokan teknologi tetap menjadi mesin utama pertumbuhan China pada periode ini.
Secara tahunan, total surplus perdagangan China tetap besar, mencapai sekitar $1.17 triliun, menandakan kapasitas produksi yang kuat dan dinamika ekspor yang berkelanjutan. Kondisi tersebut memberi ruang bagi China untuk menjaga kebijakan fiskal dan perdagangan yang mendukung stabilitas ekonomi, sambil memantau dampak perubahan nilai tukar terhadap biaya impor dan daya saing.
Beberapa analis berargumen bahwa pergerakan yuan yang lebih tinggi bisa memperlancar pergeseran model pertumbuhan negara itu menuju konsumsi domestik. Apresiasi CNY bisa mengurangi biaya impor bagi rumah tangga dan menambah daya beli, sehingga permintaan dalam negeri lebih banyak berkontribusi pada pertumbuhan.
Dengan impor yang lebih murah, rumah tangga bisa melihat peningkatan daya beli, sehingga permintaan domestik bisa menguat dan menjaga stabilitas pertumbuhan meskipun ekspor mengalami tekanan. Surplus perdagangan yang tetap kuat juga memberi dukungan bagi kebijakan bantuan fiskal maupun dukungan terhadap program infrastruktur.
Secara keseluruhan, tren penurunan USD/CNH tetap utuh menurut analisis BBH. Kondisi ini menyajikan peluang bagi trader forex, dengan catatan manajemen risiko mengingat rasio risk-reward direkomendasikan minimal 1:1.5. Laporan ini dirilis oleh Cetro Trading Insight dan bertujuan membantu pembaca memahami dinamika pasar tanpa mengabaikan volatilitas yang terkait.