
Inflasi Indonesia untuk Juni mencapai 3.34 persen, lebih tinggi dari perkiraan 3.20 persen menurut poll Reuters, dan mendekati batas atas rentang target Bank Indonesia 1.5–3.5 persen. Inflasi inti meningkat menjadi 2.76 persen, melampaui 2.59 persen bulan sebelumnya serta proyeksi 2.6 persen. Secara bulanan, inflasi melonjak 0.44 persen, melebihi ekspektasi 0.3 persen dan bulan sebelumnya 0.28 persen. Menurut laporan Cetro Trading Insight, data ini memperlihatkan tekanan harga yang masih bertahan secara luas di berbagai segmen.
Data inflasi yang lebih tinggi menambah tekanan terhadap kebijakan moneter, meski rupiah mendapatkan dukungan minor setelah rilis data. USD/IDR inches lower, tetap berada di wilayah positif untuk hari ketiga berturut-turut, sekitar 17,980 saat jam Asia.
PMI Manufaktur S&P Global turun menjadi 46.9 pada Juni, level terendah 12 bulan, menandakan kontraksi kedua kalinya sepanjang tahun. Penurunan ini menyoroti perlambatan aktivitas di sektor manufaktur dan implikasi bagi prospek pertumbuhan domestik.
PMI Manufaktur 46.9 di Juni menandai penurunan dari 50.0 pada Mei, dengan pembacaan terendah sejak Juni 2025. Angka ini mengonfirmasi bahwa sektor manufaktur berada dalam fase kontraksi dan menghadapi tekanan permintaan yang berkelanjutan.
Penurunan PMI mencerminkan permintaan yang lesu dan tekanan operasional bagi perusahaan manufaktur. Nilai tukar USDIDR dipengaruhi aliran modal global dan posisi dolar di pasar keuangan, meski rupiah menerima dukungan minor akibat data domestik.
Pelaku pasar menantikan data ADP untuk pekerjaan swasta dan PMI ISM, serta data Nonfarm Payrolls NFP yang dirilis pada hari Kamis. Rilis data AS menjadi katalis penting untuk langkah selanjutnya bagi pasangan USDIDR.
Ketidakpastian geopolitik menambah tekanan pada pasar keuangan, dengan dolar AS menguat sebagai aset aman di tengah ketidakpastian terkait negosiasi antara AS dan Iran serta isu Doha. Teheran menyatakan tidak akan bertemu langsung dengan utusan AS, menjaga premi risiko geopolitik tetap hidup di pasar.
Investors memantau penampilan Ketua Fed di Forum ECB Sintra dan implikasi kebijakan moneter yang mungkin muncul. Sinyal dari diskusi tersebut bisa memicu pergerakan pasangan USDIDR jika risiko geopolitik tetap menjadi tema utama.
Dengan momentum pasar yang bisa meningkat menjelang rilis data pekerjaan AS, fokus beralih ke nonfarm payrolls NFP. Pedagang menimbang peluang untuk memasang posisi baru dan menyesuaikan ekspektasi risiko pada pasangan USDIDR.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Inflasi YoY | 3.34% |
| Inflasi Inti | 2.76% |
| Inflasi Bulanan | 0.44% |
| PMI Manufaktur | 46.9 |
| USD/IDR sekitar | 17,980 |