USD/INR Berpotensi Menguat: Analisa Teknis EMA, DXY, dan Sentimen Kebijakan Global

USD/INR Berpotensi Menguat: Analisa Teknis EMA, DXY, dan Sentimen Kebijakan Global

Signal USD/INRBUY
Open90.52
TP91
SL90.3

Rupee dibuka secara hati-hati terhadap Dolar AS jelang perundingan perdagangan antara AS dan India. INR berada sekitar 90,52 pada pembukaan, mencerminkan kehati-hatian pasar sebelum isu perdagangan utama. Investor menimbang kemungkinan dampak hasil negosiasi terhadap arah mata uang India.

Pasangan USD/INR diperkirakan tetap berada di saat-saat tipis, karena hasil pertemuan perdagangan diperkirakan memiliki dampak signifikan pada Rupee. Dalam konteks kinerja mata uang Asia, INR telah tampil kurang kuat sepanjang tahun 2025 akibat tarif impor yang tinggi.

Duta Besar AS untuk India, Sergio Gor, menginformasikan bahwa kedua negara akan bertemu untuk membahas isu perdagangan. Gor juga menyatakan India akan diundang bergabung dengan Pax Silica pada Februari. Pengumuman ini memicu pemulihan di pasar ekuitas India, dengan Nifty50 berhasil menghapus penurunan intraday dan berakhir positif.

Dinamika Kebijakan Moneter dan Data Inflasi Global

Di tengah kilau data ekonomi, investor menantikan rilis Indeks Harga Konsumen AS Desember, dengan fokus pada arah kebijakan Federal Reserve. CPI AS diperkirakan menunjukkan tekanan inflasi inti yang moderat, menambah gambaran mengenai sikap bank sentral. Perkembangan ini memicu dinamika dinamis pada nilai tukar USD/INR.

Di India, CPI ritel Desember tercatat 1,33% YoY, lebih tinggi dari bacaan sebelumnya namun masih di bawah estimasi 1,5%. Di sisi kebijakan RBI, data ini menambah peluang bagi langkah pemotongan suku bunga lebih lanjut jika tekanan inflasi tetap terkendali. Sementara itu, kisaran suku bunga RBI pada 2025 telah dipandu untuk menurunkan dari level 5,25%.

Ketegangan perdagangan AS-India dan dinamika aliran investasi asing mengurangi optimisme investor. Remisi FII menunjukkan penjualan bersih di banyak bulan di 2025, dengan tekanan berlanjut di 2026. Data Januari menunjukkan arus keluar sekitar Rs 15.425,22 crore, menambah risiko untuk sentimen risk-on.

Analisis Teknis USD/INR dan Rencana Perdagangan

Analisis teknikal menunjukkan USD/INR diperdagangkan di sekitar 90,4560, bertahan di atas EMA 20-hari di 90,2697, sehingga bias menjadi bullish ringan. RSI berada di 55,75 dalam zona netral dengan kecenderungan positif. Momentum tetap stabil, mendukung peluang untuk pergerakan ke atas jika level penting bertahan.

Kondisi dolar AS juga menjadi faktor penekan; Indeks Dolar (DXY) sedikit menguat mendekati 99,00, meski sempat koreksi dari level tertinggi bulan ini. Penilaian para analis menyoroti risiko terhadap independensi bank sentral Amerika Serikat jika dinamika politik mengganggu kredibilitas kebijakan. Jika DXY menguat, USD/INR cenderung bergerak lebih tinggi.

Sinyal perdagangan: Buy USDINR diberikan berdasarkan analisis teknikal yang menunjukkan kinerja harga dan momentum mendukung pembatasan di atas EMA. Rencana trading mencakup open 90.52, target keuntungan 91.00, dan stop loss 90.30, dengan rasio risiko/imbalan lebih dari 1,5. Tetap diwaspadai risiko fiskal, geopolitik, dan data inflasi yang bisa mengubah arah.

Boost Your Business with Cutting-Edge Marketing Solutions Today

Your ad here
Image