USD/INR diperkirakan membuka sesi Jumat dengan nada hati-hati setelah libur pada hari Kamis. Pasar Asia cenderung menahan diri karena ritme perdagangan yang terbatas, sementara investor menunggu arahan baru dari faktor-faktor makro. Ketidakpastian di sekitar pemilihan umum di Mumbai menambah kehati-hatian pada langkah mata uang ini.
Koreksi harga minyak berpotensi memberikan dukungan bagi Rupee India. Saat harga minyak turun, biaya impor energi menurun dan defisit perdagangan bisa membaik secara terbatas. Dengan demikian INR dapat melihat beberapa dukungan meskipun faktor eksternal tetap volatil.
FIIs tetap menjadi faktor volatil, karena mereka terus melepas kepemilikan di pasar saham India meskipun ada harapan atas kemajuan kesepakatan AS-India. Penjualan bersih berlanjut, menambah tekanan pada sentimen pasar. Investor asing tetap menilai risiko lokal di tengah dinamika kebijakan dan rilis data ekonomi.
Harga minyak WTI turun tajam mendekati $59,70 per barel setelah mencapai tertinggi tiga bulan di sekitar $62,20. Penurunan ini terjadi ketika sentimen terkait potensi tindakan militer terhadap Iran mereda dengan adanya jaminan berhenti dari eskalasi kekerasan.
Awal pekan ini, pernyataan dari Presiden AS menunjukkan adanya perubahan nada terhadap Iran, meski kekhawatiran eskalasi militer berkurang. Hal ini menenangkan sebagian investor terkait potensi gangguan pasokan. Namun dinamika geopolitik tetap menjadi risiko yang perlu diwaspadai.
Secara umum, prospek INR tetap rapuh karena belum ada kesepakatan perdagangan AS-India dan negosiasi yang positif belum cukup untuk meredam arus keluar modal. Investor menantikan pertemuan berikutnya dan fokus pada bagaimana dinamika global mempengaruhi aliran modal serta sentimen pasar lokal.
Dolar AS menguat di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menghentikan kampanye pelonggaran moneternya pada pertemuan kebijakan bulan ini. Langkah ini dipandang sebagai upaya menahan likuiditas berlebih dan menjaga stabilitas pasar keuangan global. Sentimen ini memberi dukungan pada Greenback relatif terhadap mata uang risiko.
Indeks Dolar AS (DXY) mendekati level tertinggi bulanan di sekitar 99,26, menunjukkan ketahanan mata uang utama terhadap risiko pasar. Pergerakan ini menambah tekanan pada mata uang negara berkembang termasuk INR, terutama ketika faktor domestik masih rapuh. Kondisi teknis dolar memberi pedoman bagi pergerakan lintas pasar keuangan beberapa pekan ke depan.
Reaksi investor institusional asing terhadap pasar saham India tetap negatif meskipun ada tanda-tanda kemajuan negosiasi perdagangan AS-India. Rupee berada pada zona rapuh karena aliran keluar modal berlanjut dan sentimen global belum sepenuhnya pulih. Pasar akan terus mencermati bagaimana kedua negara mengelola hubungan dagang dan implikasinya terhadap arus modal lintas negara.