USD/JPY telah melemah untuk hari ketiga berturut-turut, berada di sekitar 158.30 pada sesi Eropa. Pergerakan ini dipicu oleh koreksi tajam harga minyak yang memperkuat daya tarik yen sebagai mata uang safe-haven. Momentum saat ini menunjukkan bahwa pelaku pasar cenderung berhati-hati menjelang data makro utama yang akan dirilis. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Secara teknikal, harga turun menembus EMA 20 hari yang sedang naik, menandakan berkurangnya momentum bullish jangka pendek. Indikator RSI berada di sekitar 50, menandakan keseimbangan antara tekanan beli dan jual serta potensi pergeseran arah tergantung fase pasar berikutnya. Resistance di sekitar 159.00, 159.80, dan 160.40 menandai batas atas bagi pergerakan intermiten.
Sisi bawah terbatas oleh support di 157.50 dan 156.82, yang menjadi patokan untuk penopang langkah harga. Pergerakan di atas 160.40 diperlukan untuk mengubah bias menjadi bullish, sedangkan jatuh di bawah 157.50 bisa menekan pasangan lebih lanjut. Investor tetap memantau pergerakan DXY dan perubahan volatilitas minyak sebagai katalis tambahan dalam beberapa sesi ke depan.
Harga minyak global telah menurun secara signifikan karena adanya harapan deeskalasi konflik Timur Tengah. Koreksi minyak meningkatkan daya tarik yen Jepang yang lebih bersifat defensif, terutama bagi pelaku pasar mata uang yang sensitif terhadap perubahan harga energi. Kondisi ini menambah kekhawatiran volatilitas, sambil menambah peluang bagi pasangan berisiko rendah seperti USD/JPY untuk bergerak.
Pernyataan pejabat Iran yang menyatakan kesiapan mengakhiri konflik jika AS menjamin tidak ada serangan berulang menambah optimisme pasar terhadap stabilitas regional. Ketentuan semacam itu mendorong risiko geopolitik turun dan menekan permintaan terhadap aset safe haven. Dalam konteks ini, yen bisa menguat secara marginal jika risiko geopolitik mereda.
Di sisi makro, indeks dolar AS (DXY) turun sekitar 0.3 persen ke sekitar 99.50, mencerminkan berkurangnya permintaan atas aset aman. Pasar menunggu data ADP Employment Change dan ISM Manufacturing PMI untuk bulan Maret yang bisa menjadi penentu arah dolar. Hasil data tersebut diperkirakan akan memicu volatilitas lebih lanjut pada USD/JPY dan pasar keuangan global.
Kondisi saat ini lebih banyak menyoroti kehati-hatian dibandingkan peluang kejutan besar. Ketidakpastian geopolitik serta respons pasar terhadap data ekonomi membuat pergerakan USD/JPY cenderung sideways dalam beberapa sesi. Untuk laporan hari ini, pembaca juga diingatkan bahwa analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Pelaku pasar disarankan menunggu konfirmasi teknikal dari level kunci seperti EMA 20 hari serta konfirmasi pelemahan atau kekuatan dari resistance terdekat. Manajemen risiko tetap menjadi prioritas, terutama karena volatilitas bisa meningkat saat rilis data AS. Hindari posisi berisiko tinggi tanpa peluang imbalan yang sebanding.
Secara ringkas, USD/JPY masih berada dalam kisaran terbatas dengan potensi pergerakan didorong oleh data ekonomi AS dan dinamika minyak. Jika kondisi regional mereda lebih lanjut, yen bisa mengambil keuntungan; sebaliknya, kejutan data bisa memicu rebound. Para pembaca Cetro Trading Insight disarankan mengawasi rilis penting dan menyesuaikan ekspektasi berdasarkan sinyal teknikal.