USD/JPY diperdagangkan mendekati 159.55 di sesi Asia, sejalan dengan pelemahan dolar AS secara terbatas. Namun, risiko geopolitik di Timur Tengah meningkatkan mood risk-off yang memberi dukungan bagi yen sebagai aset pelindung nilai. Pergerakan harga terlihat terjaga dalam pola saluran naik yang menunjukkan serangkaian higher lows.
Momentum teknikal tetap positif meskipun belum kuat. Harga berada di atas 20 day moving average sekitar 158.90, menahan koreksi dan mendukung kelanjutan tren naik. RSI 14 berada di wilayah 40 hingga 60, menandakan momentum positif tanpa kondisi overbought.
Level kunci yang perlu diperhatikan meliputi 160.45 sebagai resistance pertama dan 161.00 sebagai batas atas kanal. Peluang breakout di atas 161.00 bisa membuka jalan menuju 162.00 atau lebih tinggi, sementara jika harga turun menembus 158.10 skema bullish berisiko melemah dengan retracement menuju kisaran mid-157.00.
Kejadian geopolitik di Timur Tengah menambah ketidakpastian dan meningkatkan permintaan terhadap yen sebagai aset safe-haven. Pernyataan keras dari Presiden AS tentang Iran meningkatkan risiko eskalasi konflik yang bisa menekan dolar dan mendorong pergerakan pasangan.
Investor menantikan rilisan ISM Services PMI untuk Maret, dengan perkiraan turun menjadi 55.0 dari 56.1 bulan sebelumnya. Data ini akan mempengaruhi ekspektasi pertumbuhan layanan dan tekanan pada dolar AS, sehingga memicu volatilitas yang lebih tinggi pada USDJPY.
Ketegangan kebijakan serta dinamika pasar saat ini memperkuat volatilitas di pasar valuta asing. Pergerakan DXY juga menunjukkan tekanan turun ke sekitar 100.15, yang memberi gambaran umum tentang arah dolar dalam beberapa sesi ke depan.
Strategi trading yang dipertimbangkan adalah posisi beli USDJPY sekitar 159.55 dengan stop loss di 158.10 dan target profit di 161.80. Struktur teknikal mendukung skenario itu jika harga tetap berada di jalur saluran naik dan berhasil melewati resistance di 161.00.
Rasio risiko-imbalan pada skenario ini diperkirakan sekitar 1:1.55, memenuhi target minimal 1:1.5. Pastikan ukuran posisi disesuaikan dengan toleransi risiko dan tetap pertahankan manajemen risiko yang disiplin.
Dalam konteks risiko geopolitik dan volatilitas pasar, rekomendasi ini bersifat edukatif dan tidak menjamin hasil tertentu. Pelaku pasar disarankan untuk memantau rilis data ekonomi lain dan berita regional yang dapat memicu pergerakan mendadak pada pasangan ini.