USDJPY bergerak naik secara moderat di sekitar 158,45 pada pembukaan sesi Asia Jumat. Pergerakan ini mencerminkan reaksi pasar terhadap data inflasi Jepang yang dirilis menjelang keputusan kebijakan. Para pelaku pasar menilai seberapa besar momentum ini bisa bertahan jelang konferensi pers Gubernur BoJ.
Data CPI Nasional Jepang Desember menunjukkan kenaikan 2,1% secara YoY, sedikit melambat dari pembacaan sebelumnya. Sementara itu, CPI inti naik sesuai ekspektasi, menunjukkan dinamika harga yang tetap terkendali. Angka-angka ini juga menandai level terlemah inflasi Jepang sejak Maret 2022, dengan IHK non Makanan Segar 2,4% YoY dan IHK non Makanan Segar, Energi 2,9% YoY.
Penurunan tekanan inflasi meningkatkan kemungkinan BoJ untuk mempertahankan suku bunga kebijakannya di level 0,75%. Yen Jepang melemah terhadap dolar setelah rilisan inflasi yang lebih lembut, meski pasar tetap memperhatikan apakah ada sinyal perubahan. Secara umum, sentimen pasar tetap berhati-hati karena keputusan BoJ semakin menentukan arah pasangan USDJPY dalam beberapa sesi mendatang.
BoJ diperkirakan tidak mengubah suku bunga pada pertemuan dua hari yang berlangsung Jumat. Analitis pasar menilai komite kebijakan akan menjaga suku bunga kebijakannya di sekitar 0,75% mengingat data inflasi yang melunak. Langkah yang konsisten dengan pola kebijakan yang bertahan dalam beberapa waktu terakhir juga membantu menjaga volatilitas di pasar valas.
Bank sentral Jepang terakhir kali menaikkan suku bunganya ke level tertinggi dalam tiga dekade pada Desember 2025. Sejak itu, pasar menantikan konfirmasi kapan BoJ akan mengubah arah kebijakannya. Konferensi pers Gubernur Kazuo Ueda diharapkan memberi petunjuk mengenai garis waktu kenaikan berikutnya.
Investors menantikan keterangan Gubernur Kazuo Ueda untuk menilai kapan waktu tepat berikutnya untuk perubahan kebijakan. Pernyataan dan sinyal dari konferensi pers bisa menjadi katalis utama untuk pergerakan USDJPY. Kondisi ini memperhebat kehati-hatian di pasar, karena kebijakan BoJ sangat mempengaruhi volatilitas pasangan mata uang.
Dengan inflasi Jepang yang lebih lembut, ruang bagi BoJ untuk mengubah kebijakan bisa lebih terbatas. Pelaku pasar menilai bagaimana pernyataan pejabat BoJ akan mengubah ekspektasi kebijakan ke depan. Pembacaan data inflasi yang lebih rendah cenderung mendukung nada berhati-hati dari bank sentral.
Secara teknikal, pergerakan USDJPY di beberapa sesi terakhir tampak mempertahankan arah di atas kisaran pendek. Level kunci yang diamati para analis berada di area sekitar 158,4–159,0, sebagai indikasi potensi pelemahan yen jika tekanan inflasi terus berkurang. Namun, volatilitas bisa meningkat menjelang/ setelah konferensi pers BoJ.
Untuk trader USDJPY, dinamika ini menekankan pentingnya manajemen risiko. Rasio risiko-imbalan minimal 1:1.5 perlu diupayakan agar posisi memiliki bantalan yang cukup. Pedagang juga disarankan menahan diri dari ekspektasi terlalu agresif sebelum arah kebijakan BoJ jelas.