Pertumbuhan USDJPY di awal sesi Asia menunjukkan yen melemah seiring beredar laporan bahwa Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mempertimbangkan pemanggilan pemilihan mendadak pada paruh kedua Februari. Pasar menilai langkah ini sebagai risiko politik yang meningkatkan tekanan pada mata uang Jepang. Dalam konteks itu, pelaku pasar menimbang potensi perubahan kebijakan fiskal dan reaksi investor terhadap dinamika domestik. Ketegangan politik semacam ini biasanya menambah volatilitas pasangan USDJPY.
Data Nonfarm Payrolls AS untuk Desember menunjukkan tambahan pekerjaan sebesar 50.000, turun dari ekspektasi sekitar 60.000. Angka ini menandakan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja AS meski tingkat pengangguran turun menjadi 4,4 persen. Pendapatan rata-rata per jam naik 3,8% secara tahunan, menambah tekanan bagi Federal Reserve untuk menjaga nada dovish tanpa mengorbankan tenaga kerja. Pasar mulai menilai bahwa sikap kebijakan moneter AS bisa tetap stabil dalam beberapa waktu ke depan.
Sebagai konsekuensi, probabilitas pasar meyakini bahwa Fed tidak akan mengubah suku bunga pada pertemuan mendatang meningkat hingga mendekati 95 persen menurut CME FedWatch. Variasi data kerja AS yang lemah dapat membatasi kekuatan dolar jika imbal hasil tidak naik lebih lanjut. Walau begitu, kombinasi dukungan politik di Jepang dan ekspektasi kebijakan AS tetap menciptakan lanskap USD/JPY yang sensitif terhadap berita, sehingga pergerakannya bisa berubah dengan cepat.
Secara teknis, USD/JPY diperdagangkan mendekati 158,05 pada pembukaan sesi Asia. Pergerakan ini mencerminkan fase konsolidasi di tengah berita fundamental yang saling bertentangan. Pelaku pasar mencari petunjuk arah dari perkembangan narasi politik Jepang dan komentar kebijakan AS yang akan datang.
Area ini bisa bertindak sebagai zona penting bagi pergerakan harga. Jika harga menembusnya dengan volume yang cukup, sentimen bisa beralih ke bias bullish moderat. Sebaliknya, jika harga gagal menembus zona tersebut, risiko penurunan bisa meningkat secara bertahap.
Secara keseluruhan, teknikal masih menunjukkan kurangnya konfirmasi arah yang jelas, sehingga transaksi jangka pendek sebaiknya dijauhi. Investor perlu menjaga manajemen risiko yang ketat dan menggunakan stop loss yang proporsional terhadap ukuran posisi. Tanpa konfirmasi kuat dari harga, tidak ada rekomendasi trading yang kuat untuk mengambil posisi sekarang.
Karena dinamika fundamental saat ini menunjukkan peluang serta risiko yang seimbang, sinyal perdagangan untuk USD/JPY saat ini netral. Data NFP yang lebih lemah mengurangi tekanan pada dolar Amerika, sementara kekhawatiran mengenai stabilitas politik Jepang menambah ketidakpastian arah. Kondisi ini menuntut pendekatan yang lebih hati-hati dari para trader.
Karena tidak ada sinyal jelas untuk membeli atau menjual, disarankan untuk tidak membuka posisi berdasarkan artikel ini. Jika tetap ingin memantau pergerakan, fokuskan pengamatan pada level sekitar 158,05 sebagai batas penting tanpa melakukan eksekusi posisi. Rilis data berikutnya dan komentar bank sentral selanjutnya akan menjadi penentu arah sesudahnya.
Untuk manajemen risiko, pertimbangkan pendekatan hedge atau diversifikasi alih-alih mengambil risiko besar. Penentuan ukuran posisi yang tepat, serta penggunaan stop loss yang ketat, menjadi kunci di pasar dengan volatilitas yang bisa berubah arah dengan cepat. Selalu ingat bahwa sinyal no berarti Anda perlu tetap berada di luar pasar sampai ada konfirmasi yang jelas.