
USD/JPY berada di kisaran sekitar 161,80 pada sesi Eropa, menjaga arah pasar karena kekhawatiran terhadap intervensi Jepang. Para pelaku pasar menunggu serangkaian data AS minggu ini, terutama Nonfarm Payrolls untuk Juni, untuk memberi arah selanjutnya.
Faktor fundamental utama meliputi ekspektasi bahwa Federal Reserve diperkirakan akan melanjutkan sikap hawkish setidaknya dengan satu kenaikan suku bunga tahun ini, meskipun data tenaga kerja bisa menjadi penentu arah berikutnya. Pergerakan pasangan ini tetap berada di bawah tekanan kebijakan moneter global yang dinamis.
Indeks dolar (DXY) melemah tipis sekitar 0.16% di sekitar 101.20, sementara fokus pelaku pasar beralih ke data NFP AS yang akan dirilis pada hari Kamis. Selain itu, beberapa rilis indikator seperti ISM Manufacturing PMI, ADP Employment, dan JOLTS untuk Mei juga dinanti untuk memberi panduan pada langkah Fed kedepannya.
Secara teknis, USD/JPY flat di sekitar 161.80, mempertahankan kemajuan yang membuatnya berada di atas EMA 20-hari di 160.85 dan menunjukkan bias bullish jangka pendek. Level ini juga berfungsi sebagai zona landasan yang membantu menjaga arah kenaikan.
RSI berada di 71.61 dan berada di wilayah overbought, menandakan momentum ke atas yang cukup kuat namun rentan terhadap koreksi mendadak jika harga gagal bertahan di atas level kunci. Hal ini membuat pelaku pasar berhati-hati terhadap pergeseran arah jangka pendek.
Support awal terlihat di sekitar 160.85, sementara penembusan berkelanjutan di bawahnya akan melemahkan nada konstruktif dan membuka jalan untuk retraksi yang lebih dalam. Secara potensi, jika harga berhasil menembus 162.00 secara tegas, target berikutnya berada di 163.00 dan 164.00.
Sebagai catatan, tidak ada sinyal beli/jual eksplisit saat ini karena instrumen berpotensi memerlukan konfirmasi breakout di atas 162.00 untuk sinyal masuk yang lebih jelas. Pasar menunggu konfirmasi tersebut seiring keluarnya data NFP dan indikator ekonomi lainnya.
Jika harga menembus 162.00 secara jelas dan bertahan, skenario beli dapat dipertimbangkan dengan target sekitar 163.00–164.00. Untuk menjaga rasio risiko terhadap imbalan, contoh stop loss bisa ditempatkan di sekitar 161.50, sehingga potensi keuntungan relatif terhadap risiko memenuhi kriteria minimal 1:1.5.
Rencana ini juga mempertimbangkan risiko eksternal seperti hasil NFP, kebijakan Federal Reserve, dan potensi intervensi yen. Investor disarankan memantau rilis data utama dan dinamika berita untuk menyesuaikan level entry dan ekspektasi target secara real time.