
Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight. Harga minyak WTI berfluktuasi mendatar sekitar US$102.25 setelah rally hampir dua minggu terhenti pada level sekitar US$107.35 kemarin. Pasar menantikan konfirmasi arah poros harga berikutnya sambil menyimak berita global yang beragam.
Ketidakpastian pasokan tetap mempengaruhi sentimen pasar. Penutupan sementara Selat Hormuz menjadi faktor utama yang menopang harga minyak. Washington menolak proposal Iran dan menegaskan kelanjutan blokade pelabuhan Iran, menambah risiko gangguan pasokan di rute utama.
Di luar gejolak geopolitik, nada hawkish para bank sentral global menambah kekhawatiran atas proyeksi permintaan minyak. Kebijakan pengetatan moneter berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi dan konsumsi energi dalam jangka pendek. Secara teknikal, tren harga minyak tetap bertahan dalam jalur kenaikan meski ada jeda saat ini.
Ketegangan di Hormuz menambah ketidakpastian pasar dan menghangatkan sentimen bullish jangka pendek. AS menegaskan kembali penolakan terhadap rencana Iran dan menegaskan kelanjutan blokade di pelabuhan-pelabuhan Iran. Sentimen risiko tetap tinggi karena gangguan pasokan bisa berlanjut jika situasi tidak segera mereda.
Di saat yang sama, bank sentral global telah mengeluarkan pernyataan hawkish terkait jalur suku bunga. Prospek kebijakan yang lebih ketat memperkuat spekulasi bahwa permintaan minyak bisa menurun jika ekonomi melambat. Namun, beberapa analis menilai pasar minyak tetap rapuh terhadap ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan.
Secara keseluruhan, pergerakan harga minyak akan sangat dipengaruhi dinamika geopolitik dan keputusan kebijakan moneter ke depan. Investor perlu memantau rilis data ekonomi, perkembangan konflik, serta komentar bank sentral untuk menilai risiko terhadap permintaan energi. Pembaruan berita ini menunjukkan bagaimana faktor fundamental dan teknikal saling berinteraksi.
Analisis teknikal menunjukkan bias bullish karena harga masih berada di atas nilai 20-day EMA sekitar 95.15. Indikator RSI berada di sekitar 60.95 dan berada di zona positif, menandakan momentum pembelian masih kuat. Para pelaku pasar kemungkinan tetap berhati-hati namun mengalihkan fokus pada potensi pergerakan ke atas.
Support terdekat berada di sekitar 95.15, yang berfungsi sebagai baseline penahan penurunan harga. Jika harga turun menembus level tersebut, aktivitas pembelian pada bagian bawah akan meningkat dan menjaga tren naik secara keseluruhan. Skenario ini membatasi risiko besar bagi posisi long jangka pendek.
Target pertama berada di 107.35, catatan tinggi 30 April, yang jika tertembus bisa membuka jalur menuju 113.28. Arah ini mengindikasikan potensi pergerakan menuju level multi-tahun tertinggi tersebut. Jika harga menutup harian di bawah EMA 95.15, momentum naik dapat berbalik dan risiko koreksi meningkat.