
USD/JPY belum menunjukkan bias intraday yang kuat meskipun ada rebound sebelumnya. Pelaku pasar menimbang arah setelah lonjakan terakhir ke level terendah sejak 24 Februari dan tetap berhati-hati menghadapi data serta keputusan kebijakan berikutnya. Menurut Cetro Trading Insight, pergerakan harga sangat sempit sepanjang sesi Asia, menunjukkan minimnya dorongan untuk arah jelas.
Kebijakan BoJ yang lebih hawkish dan spekulasi intervensi memberikan dukungan pada yen. Investor menilai kemungkinan langkah intervensi kembali jika yen melemah lebih lanjut. Ketegangan ini membatasi ruang bagi dollar untuk menguat versus yen dan menjaga kepas tertentu.
Harga spot saat ini berada di sekitar kisaran mid-156.00 dan sedikit di bawah level 156,00; rebound kemarin gagal menembus wilayah 157.00. Arah pasangan ini tampaknya tetap berada dalam kisaran sempit karena dominasi faktor teknikal yang rendah volume. Kondisi likuiditas yang cenderung datar menjelang rilis data utama menambah konteks kehati-hatian pasar.
Di sisi fundamental, harapan perdamaian Iran–AS memberikan tekanan pada dolar AS. Berita positif tersebut mendorong penilaian bahwa dolar bisa kehilangan posisi sebagai mata uang cadangan utama. Namun, para pelaku pasar tetap berhati-hati karena perbedaan pendapat mengenai program nuklir Iran menambah volatilitas.
Beberapa laporan media menunjukkan kemajuan negosiasi, dengan Gedung Putih dilaporkan semakin dekat pada memo pemahaman satu halaman untuk mengakhiri perang. Rilis semacam itu menambah optimisme pasar terhadap penyelesaian konflik, tetapi risiko geopolitik tetap relevan. Implikasi bagi dolar AS adalah potensi pelemahan lebih lanjut jika kesepakatan tampak kredibel.
Minutes BoJ pada pertemuan 18-19 Maret menunjukkan anggota dewan tetap melihat kenaikan suku bunga sebagai opsi jika prospek ekonomi membaik. Sementara itu, pandangan berbeda antara BoJ dan Federal Reserve menambah kehati-hatian sebelum mengambil posisi signifikan pada USD/JPY. Kondisi ini menekankan kebutuhan manajemen risiko yang tetap ketat bagi trader yang mengincar kurs tersebut.