USD/JPY diperdagangkan mendatar di sekitar 159.00 sepanjang sesi Asia akhir, menunggu arahan dari calon ketua Fed, Kevin Warsh, terkait arah kebijakan moneter. Pasangan ini telah berada dalam kisaran sempit selama beberapa minggu karena investor menantikan petunjuk kebijakan. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) terlihat datar di sekitar 98.00, mencerminkan momentum yang seimbang di pasar mata uang utama.
Secara fundamental, para pelaku pasar menilai bagaimana Warsh akan menyeimbangkan agenda fiskal dengan kebijakan moneter The Fed dan independensi bank sentral. Dalam beberapa waktu terakhir, kritik terhadap kebijakan The Fed muncul dari kubu pemerintahan, menambah spekulasi tentang arah suku bunga di masa mendatang.
Dari sisi teknis, level kunci yang diperhatikan meliputi resistance sekitar 160.46 dan support sekitar 157.60. Jika harga berhasil menembus resistance utama secara berkelanjutan, peluang kenaikan masih terbuka menuju area 161.95. Jika tekanan turun berlanjut, pergerakan ke arah bawah menuju level support berikutnya mungkin terjadi.
Secara teknis, bias pasar terlihat netral karena harga berada di sekitar 159.00 dengan EMA 20 hari di sekitar 158.95. RSI berada di kisaran 50, menandakan momentum telah menormalisasi tanpa sinyal arah yang jelas.
Target teknis terdekat menunjukkan resistance di 160.46; jika harga menembus level itu secara konsisten, potensi pergerakan ke atas menuju 161.95 tetap ada.
Di sisi lain, dukungan kunci berada di 157.60, yang menjadi tumpuan jika aksi jual kembali muncul. Karena kondisi pasar sedang sideways, konfirmasi breakout diperlukan untuk mengonfirmasi arah perdagangan selanjutnya.
Faktor fundamental utama berfokus pada bagaimana Warsh menilai risiko inflasi, tenaga kerja, dan independensi The Fed. Komentar dan arah kebijakan yang ia tegaskan bisa memberi petunjuk tentang jalur suku bunga di masa mendatang.
Di ranah geopolitik, laporan tentang upaya Iran dan AS untuk mengadakan putaran pembicaraan baru pada rentang 22–23 April menambah nuansa risiko global. Ketidakpastian geopolitik cenderung menahan pergerakan besar pada USD/JPY sambil memengaruhi aliran modal di pasar valuta asing.
Melihat semua faktor tersebut, para pelaku pasar disarankan berhati-hati dan menunggu sinyal teknis lanjutan. Jika terjadi breakout di atas 160.46 atau penembusan di bawah 157.60 dengan volatilitas memadai, potensi rasio risiko-keuntungan minimal 1:1.5 bisa menjadi pedoman bagi para trader yang ingin terlibat.