Yen Jepang melemah dari level tertinggi tiga bulan terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa, karena pasar merespons kekhawatiran fiskal Jepang, ketidakpastian politik, dan perubahan nada risiko. Kekhawatiran atas kesehatan fiskal Jepang muncul karena rencana pengeluaran besar dan pemotongan pajak yang diajukan pemerintah. Sambil itu, sentimen risiko yang membaik juga mendorong investor keluar dari yen sebagai aset safe haven.
Pasar memperhatikan perbedaan pandangan antara BoJ dan Fed menjelang rapat FOMC, karena hal itu bisa membatasi langkah USD/JPY. Meskipun risalah BoJ Desember menegaskan tekad melanjutkan kenaikan suku bunga, dinamika kebijakan yang berbeda antara kedua bank sentral tetap menjadi faktor utama. Kondisi ini memberikan ruang bagi yen untuk tetap rentan, meski ada tekanan dari dolar yang sedang pulih.
Di tengah ketidakpastian domestik terkait pemilihan mendadak pada 8 Februari dan spekulasi mengenai langkah fiskal, yen cenderung melemah lebih lanjut karena ketidakpastian politik dan beban fiskal yang meningkat. Dolar AS mencoba pulih dari level terendah, tetapi para pelaku pasar menimbang jalur kebijakan Fed dan risiko perdagangan yang membatasi pembalikan. Ketidakseimbangan kebijakan membuat pergerakan USD/JPY tetap sensitif terhadap kabar fiskal dan perkembangan geopolitik.
Secara teknikal, USD/JPY turun menembus SMA 100-hari dan tetap berada di bawahnya, menunjukkan bias bearish jangka pendek. Penutupan di bawah 154,00 memperkuat sinyal bahwa momentum penurunan masih dominan. Para pelaku pasar kini mengawasi level support utama untuk melihat apakah penurunan akan berlanjut.
Indikator MACD berada di bawah garis nol dengan histogram negatif yang melebar, menguatkan kronologi penurunan. RSI berada sekitar 30,9, menunjukkan kondisi jenuh jual namun bisa memicu jeda teknikal sebelum lanjut turun. Pergerakan harga juga menampilkan konsistensi pola yang menggarisbawahi tekanan bearish pada jangka pendek.
Rentetan retracement mengarahkan fokus pada level support utama di sekitar 151,91 dan 149,66. Jika harga terus melemah, penembusan ke bawah 151,91 dapat membuka pintu menuju target yang lebih rendah. Sebaliknya, jika ada pembalikan, potensi rebound teknikal bisa muncul sebelum harga mencapai level support berikutnya.
Para pelaku pasar menantikan konferensi pers pasca rapat FOMC untuk petunjuk mengenai jalur pemotongan suku bunga di masa mendatang. Komentar Ketua Fed Jerome Powell dinilai penting untuk menilai jalur kebijakan dan arah permintaan dolar ke depan. Pasar menimbang proyeksi dan dampak kebijakan terhadap likuiditas serta volatilitas USDJPY.
Beberapa analis menilai risiko terkait independensi kebijakan Fed serta tekanan kebijakan perdagangan dan geopolitik yang dapat membatasi reli USD. Ketidakpastian tersebut mungkin menambah volatilitas pasangan USD/JPY, meski sentimen risiko global membaik. Investor menyiapkan skenario untuk mencermati sinyal kebijakan dan dampaknya terhadap pasangan mata uang utama.
Di sisi Jepang, rencana pengeluaran agresif dan pemotongan pajak di tengah krisis fiskal meningkatkan tekanan pada yen. Ketidakpastian politik menjelang pemilihan 8 Februari menambah volatilitas pasangan USD/JPY dan menguji kemampuan BoJ untuk menjaga stabilitas harga. Pasar menimbang antara prospek tindak lanjut BoJ dan risiko inflasi, sambil memantau dinamika global.