
Bank of Japan secara tak terduga menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1 persen, sesuai ekspektasi pasar. Langkah tersebut menandai kelanjutan fokus pada pengetatan kebijakan moneter di tengah tekanan inflasi. Deputy Governor Shinichi Uchida menegaskan bahwa jalur kebijakan akan tetap menuju peningkatan seiring dengan dinamika aktivitas ekonomi, harga, dan kondisinya finansial. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Di sisi mata uang, USD/JPY turun mendekati 160.25–160.70 pada sesi Eropa, didorong oleh penguatan yen terhadap sebagian besar mitra utama. Pasar masih menyimak bagaimana kebijakan BoJ membentuk arah pasangan mata uang tersebut, yang semula menunjukkan tekanan kenaikan. Sementara itu, investor menantikan rilis kebijakan Fed yang kemungkinan akan memicu volatilitas lebih lanjut.
Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 3.50–3.75 persen untuk pertemuan keempat berturut-turut. Pasar menantikan pernyataan Ketua Fed terkait prospek kebijakan ke depan, karena sinyal kebijakan akan mempengaruhi likuiditas dan volatilitas di pasar global. Dalam beberapa sesi terakhir, fokus tetap pada bagaimana pergeseran kebijakan bank sentral utama akan mempengaruhi dolar dan pasangan carry trades.
Secara teknikal, USD/JPY diperdagangkan sekitar 160.34 dan menunjukkan bias bullish jangka pendek karena harga tetap berada di atas rata-rata pergerakan 20-hari yang berada di sekitar 159.77. Struktur tren tampak tetap naik meski ada fase konsolidasi mendekati level tertinggi siklus. Momentum masih menunjukkan dorongan meski RSI belum berada pada zona overbought.
RSI berada di level 60.42, menandakan momentum positif namun belum terlalu agresif. Support terdekat terlihat di sekitar 159.77, menguatkan fokus pada zona permintaan pada beberapa pullback minor. Jika harga menutup harian di bawah rata-rata pergerakan 20-hari, koreksi lebih dalam menuju rendah 158.60 pada 20 Mei bisa terjadi.
Di atas sisi atas, potensi pergerakan naik bisa menuju 161.00 jika harga menembus high 160.73 pada 30 April, dan peluang lebih lanjut menuju resistance sekitar 161.30 tergantung dinamika pasar. Dengan preferensi bullish, trader dapat mempertimbangkan skenario beli dengan target antara 161.30 dan 162.00 jika momentum tetap kuat.
Fokus pasar saat ini beralih ke Fed dan prospek kebijakan ke depan. Pasar diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3.50–3.75 persen untuk pertemuan tersebut, menutup jalur kenaikan yang terjadi belakangan. Ketidakpastian terkait inflasi dan pertumbuhan tetap menjadi faktor penentu pergerakan USDJPY.
Pelabuhan volatilitas bisa meningkat jika pidato atau komentar pejabat Fed berbeda dari ekspektasi. Investor akan mencari isyarat mengenai kapan inflasi turun dan bagaimana laju pengetatan akan berlanjut. Ketidakpastian semacam itu dapat mendorong gerak besar pada USDJPY tergantung arah klarifikasi kebijakan.
Kebijakan trading yang disarankan mengandalkan sinyal teknikal: open 160.34, stop loss 159.90, take profit 161.30, dengan rasio risiko-imbalan sekitar 1:2.1. Pastikan manajemen risiko tetap ketat dan kesiapan terhadap volatilitas tinggi menjelang rilis Fed.