
Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS menunjukkan tambahan 172 ribu pekerjaan pada Mei, jauh di atas ekspektasi 85 ribu. Data ini memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve bisa menaikkan suku bunga pada akhir tahun. Respons pasar terlihat dengan penguatan dolar AS mendekati level indeks dolar sekitar 100.10, dari rendah harian di 99.16.
Tingkat pengangguran dipertahankan di 4.3% dan pertumbuhan upah melandai menjadi 3.4%, menandakan pasar tenaga kerja tetap kuat meski tekanan biaya tenaga kerja mulai mereda. Kondisi ini mendukung spekulasi bahwa kebijakan moneter akan tetap hawkish tanpa tanda inflasi yang meroket. Pelaku pasar menilai peluang langkah kebijakan tambahan yang lebih ketat di sepanjang sisa tahun.
Secara umum, data ini meningkatkan fokus pada keputusanECB dan data makro berikutnya sebagai katalis bagi pasangan mata uang utama. EURUSD melemah menuju kisaran 1.1520 karena kekuatan dolar secara luas. GBPUSD juga terkoreksi ke sekitar 1.3330 sementara USDJPY melaju melewati 160.10 menjadi 160.15 seiring reli imbal hasil AS.
Selain EURUSD, pergerakan pasangan utama mencerminkan dominasi dolar AS. EURUSD melemah mendekati 1.1520 seiring aliran risiko global ke arah perlindungan dolar. GBPUSD turun ke area 1.3330, tertekan oleh kekuatan dolar dan suasana pasar yang cenderung waspada.
USDJPY menembus level 160.10 dan melayang di sekitar 160.15, terdorong oleh data pekerjaan AS yang mendorong imbal hasil dan permintaan terhadap yen. AUDUSD turun sekitar 0.7040 karena dolar AS yang kuat serta sentimen risiko yang membatasi permintaan terhadap Aussie. Investor juga menantikan data Westpac Consumer Confidence dan ekspektasi inflasi konsumen Australia untuk petunjuk lebih lanjut.
Di sisi lain, USD/CAD naik mendekati 1.3950 setelah Kanada mencatat pasar tenaga kerja yang positif, memperpanjang tekanan pada CAD. Kondisi ini menggambarkan bagaimana pergerakan imbal hasil global mengalir ke dolar AS dan berpotensi memberi tekanan pada CAD dalam beberapa hari ke depan.
WTI berada di sekitar 90.50 dolar per barel, menunjukkan bahwa minyak mengikuti dinamika dolar dan ekspektasi kebijakan bank sentral. Pasar tetap fokus pada arah permintaan global dan lonjakan produksi yang mungkin terjadi. Sinyal teknikal juga menunjukkan pergerakan yang lebih hati-hati menjelang data ekonomi utama yang akan datang.
Harga emas tampak berusaha bertahan di sekitar 4.320 dolar AS per ons karena data AS yang lebih kuat memperkuat dolar dan menekan potensi pelonggaran kebijakan Fed dalam jangka pendek. Sentimen risiko global pun cenderung stabil meski volatilitas di pasar masih tinggi. Pelaku pasar menimbang apakah tekanan inflasi yang lebih rendah di beberapa sektor akan mengubah kurva imbal hasil.
Dalam pandangan teknikal, fokus beralih ke keputusan ECB yang akan datang serta rangkaian data ekonomi global. Data berikutnya seperti CPI AS, kebijakan BoC, dan rapat European Council menjadi faktor penentu tempo pergerakan pasangan utama. Investor mencari konfirmasi arah tren yang lebih jelas sebelum menambah posisi besar.