
Pfister dari Commerzbank mengemukakan tiga skenario untuk EUR/USD yang lebih tinggi dalam beberapa minggu mendatang. Pasangan ini telah turun mendekati 1.16 karena pasar memangkas ekspektasi kenaikan ECB menjadi sekitar 70 basis poin. Ada beberapa faktor yang bisa mendorong euro rebound, termasuk sikap ECB yang lebih tegas, re pricing kenaikan Fed jika data mengecekan, atau berakhirnya konflik yang menurunkan harga minyak.
Aspek utama yang perlu diperhatikan adalah nada kebijakan ECB. Jika pertemuan berikutnya menunjukkan kekuatan hawkish dari bank sentral, peluang EUR/USD untuk menguat bisa meningkat meskipun pasar telah menilai sebagian besar kenaikan suku bunga tahun ini. Namun asumsi tiga atau empat langkah tetap di pasar dan bisa menjadi batas atas bagi pergerakan EUR.
Di sisi lain, penyesuaian proyeksi ECB telah terjadi seiring berjalannya waktu, sementara ekspektasi terhadap Fed menunjukkan arah berlawanan. Data ekonomi makro yang lebih kuat di AS bisa menyokong kelanjutan kenaikan Fed, sementara data yang mengecewakan bisa membuat Fed menunda langkah. Faktor geopolitik juga turut mengubah dinamika harga dan aliran modal secara global.
Dalam jangka pendek, ada tiga opsi bagi partisipan pasar jika EUR/USD ingin bergerak lebih tinggi. Pertama, ECB perlu terdengar lebih hawkish dalam komunikasi kebijakan mendatang. Kedua, data makro di AS perlu mengindikasikan perlunya pengetatan lebih lanjut agar Fed menimbang jalur kenaikan suku bunga. Ketiga, dinamika global termasuk peperangan dan harga minyak yang menekan volatilitas juga bisa memicu penyesuaian kurs.
Meskipun ekspektasi terhadap ECB telah menurun, ekspektasi terkait Fed berjalan berlawanan. Agar Fed benar benar menaikkan suku bunga, data ekonomi AS perlu menunjukkan tekanan inflasi dan pertumbuhan yang memadai untuk mendukung langkah tersebut. Pasar tetap menyimak setiap rilis data karena hal itu bisa mengubah skenario kebijakan dalam beberapa minggu ke depan.
Pada akhirnya, pelaku pasar menimbang sinyal dari kedua bank sentral disertai dinamika geopolitik. Jika konflik mereda dan jalur pengiriman minyak kembali stabil, EUR/USD bisa menguat lebih lanjut meski langkah ECB belum final. Faktor-faktor ini tetap menjadi fokus utama bagi investor untuk menilai arah jangka pendek pasangan mata uang tersebut.
Faktor geopolitik yang terkait dengan pembaruan konflik dan pembukaan jalur strategis seperti Selat Hormuz dapat mempengaruhi sentimen pasar. Penundaan atau percepatan eskalasi dapat mengubah aliran modal ke mata uang yang mengalami ketidakpastian. Pasar menilai bahwa penyelesaian konflik akan mendukung euro melalui stabilitas yang lebih baik di wilayah ekonomi utama.
Di samping itu, harga minyak memegang peran penting dalam pergerakan EUR USD. Oil yang lebih rendah biasanya mengurangi tekanan pada biaya produksi dan mendorong permintaan terhadap valuta asing berisiko seperti euro. Namun volatilitas minyak juga bisa menyebabkan dinamika pasar yang tidak terduga dalam beberapa minggu ke depan.
Terakhir, perubahan kebijakan fiskal dan moneter global menjadi pendorong utama. Sinyal dari Komite Kebijakan Bank Sentral dan pernyataan pejabat bank sentral sering memicu pergerakan besar di EUR USD. Cetro Trading Insight terus memantau rilis data dan pernyataan kebijakan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas bagi pembaca kami.