USD Menguat Tekan AUDUSD Pasca Data AS Melambat; Inflasi Inti Tetap Menjadi Penentu Kebijakan

USD Menguat Tekan AUDUSD Pasca Data AS Melambat; Inflasi Inti Tetap Menjadi Penentu Kebijakan

Signal AUD/USDSELL
Open0.705
TP0.700
SL0.713
trading sekarang

Data terbaru dari BEA menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal keempat 2025 melambat menjadi 1.4% secara tahunan, turun signifikan dari 4.4% pada kuartal sebelumnya dan jauh meleset dari proyeksi sekitar 3%. Kondisi ini menyoroti perlambatan siklus ekonomi terbesar di dunia namun tetap didorong oleh belanja konsumen dan investasi.

Menurut laporan, komponen utama pertumbuhan berasal dari konsumsi rumah tangga dan investasi non-perumahan, sementara penurunan belanja pemerintah dan ekspor membatasi kinerja secara keseluruhan. Risiko kebijakan moneter tetap tergantung pada bagaimana inflasi berkembang di bulan-bulan mendatang.

Dalam konteks ini, pergerakan AUD juga terdampak. AUD/USD bergulir di sekitar 0.7050 saat tulisan ini dibuat, setelah ditutup lebih rendah pada sesi sebelumnya akibat ulang alik dinamika antara pertumbuhan AS dan prospek suku bunga. Pasar menilai bahwa dinamika ini menguatkan dolar AS secara relatif.

Indikator inflasi inti PCE mencatat kenaikan 2.7% secara kuartalan pada kuartal terakhir, lebih tinggi dari proyeksi pasar. Angka ini menegaskan bahwa tekanan harga inti tetap menguat meski pertumbuhan ekonomi melambat. Hal ini menambah tantangan bagi Federal Reserve dalam menimbang langkah pengetatan atau pelonggaran di masa mendatang.

Secara bulanan, indeks PCE inti naik 0.4% pada Desember, menandai adanya momentum inflasi yang membatasi optimisme kebijakan. Pasar menilai data ini menguatkan risiko bahwa The Fed akan menjaga sikap kebijakan yang hati-hati untuk periode lebih lama. Sinyal kebijakan yang lebih berpegang pada data ini menambah ketidakpastian jalur suku bunga di pasar global.

Secara umum, kombinasi perlambatan pertumbuhan dan inflasi inti yang tahan tinggi membentuk lanskap yang tidak jelas saat ini. Di satu sisi, perlambatan aktivitas dapat membuka peluang untuk pelonggaran, namun tekanan inflasi menjaga keteguhan sikap bank sentral. Dalam konteks ini, pasar memahami bahwa pergerakan dolar AS kemungkinan tetap didorong oleh faktor inflasi dan ekspektasi jalur suku bunga.

Reaksi pasar pada pasangan AUDUSD menunjukkan dolar AS bangkit kembali, membuat AUDUSD turun sekitar 0.13% dan diperdagangkan di sekitar 0.7050 saat ini. Pergerakan ini mencerminkan respons investor terhadap data AS yang lemah namun inflasi yang tidak melambat secara signifikan. Penilaian risiko global yang lebih rendah turut menambah volatilitas jangka pendek pada pasangan mata uang berisiko seperti AUD.

Meski kebijakan RBA masih terlihat hawkish karena pasar tenaga kerja yang solid, dinamika jangka pendek lebih banyak dipicu oleh jalur suku bunga AS dan kekuatan Greenback. Ketertarikan investor terhadap aset berisiko dapat menjaga AUD tetap rentan jika lonjakan dolar berlanjut. Pembuat kebijakan pasar juga menilai bahwa pandangan mengenai arah suku bunga AS akan menjadi penentu utama hingga rilis data ekonomi utama berikutnya.

Rencana perdagangan yang direkomendasikan adalah menjual AUDUSD dengan harga masuk sekitar 0.7050, target keuntungan 0.7000, dan stop loss 0.7125. Rasio risiko terhadap imbalan sekitar 1:1.5 memenuhi kriteria minimal. Catatan risiko: rekomendasi ini didasarkan pada analisis fundamental terkait data AS dan dinamika pasar mata uang, dan disusun oleh Cetro Trading Insight.

broker terbaik indonesia