
Nilai tukar CAD berpotensi melemah terhadap mata uang utama menjelang publikasi data inflasi Mei. Pasar menilai bahwa tekanan harga akan tetap menjadi fokus pelaku kebijakan dan investor global. Bank of Canada (BoC) melalui pernyataan Gubernur Tiff Macklem menegaskan bahwa tingkat suku bunga saat ini berada pada tempat yang tepat. Sementara itu, pasar menimbang kemungkinan dua kali kenaikan suku bunga dari Federal Reserve (Fed) sepanjang tahun ini.
Analisis data inflasi Kanada menunjukkan tekanan harga yang signifikan dengan proyeksi YoY sekitar 3% dan MoM sekitar 0.7%, sebelum data resmi dirilis. Angka-angka ini menambah preseden bagi arah kebijakan BoC, meskipun pejabat utama menekankan bahwa laju inflasi inti telah melandai. Ekonomi juga dihadapkan pada tantangan yang menahan momentum pertumbuhan.
Secara global, dolar AS menguat karena investor memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya dua kali pada tahun ini. Indeks DXY mendekati 100.90, menunjukkan posisi dolar yang lebih kuat terhadap enam mata uang utama. Berdasarkan data CME FedWatch, peluang Fed untuk melakukan dua kenaikan meningkat menjadi sekitar 58.5% dibandingkan pekan sebelumnya.
Para pelaku pasar menantikan rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) untuk Mei, yang dijadwalkan dirilis pada hari Kamis. Data tersebut dipakai untuk menilai tekanan inflasi inti dan dampaknya terhadap sikap kebijakan moneter AS. Publikasi tersebut diperkirakan akan memicu pergeseran kecil pada peluang kenaikan suku bunga jika angka inflasi menunjukkan pola tertentu.
Walau data PCE masih menjadi fokus utama, pasar tetap memantau perkembangan terkait kebijakan Fed. Proyeksi bahwa bank sentral akan melanjutkan pengetatan berbeda-beda tergantung pada sinyal inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Pergerakan USD/CAD diperkirakan akan sensitif terhadap setiap pembaruan data inflasi rumah tangga dan indikator ekonomi utama lainnya.
Investor juga mengamati bagaimana rilis CPI Kanada dapat mempengaruhi arah pasangan USD/CAD ke depannya. Data Kanada dapat menambah volatilitas, meski tekanan dolar AS secara umum memberi bobot lebih pada CAD. Faktor utama tetap inflasi dan kebijakan moneter kedua negara yang saling berinteraksi membentuk arah perdagangan pasangan ini.