Laporan pasar kali ini disusun oleh Cetro Trading Insight dan menyoroti pergerakan USD/JPY yang mendekati level 159.70. Indeks dolar AS (DXY) bergerak lebih tinggi, menandakan penguatan dolar terhadap mata uang utama lainnya sebelum rapat dua hari Federal Reserve (Fed). Para investor menantikan keputusan Fed apakah akan menahan suku bunga pada kisaran 3,50%–3,75%. Kabar ini membantu dolar bertahan kuat di tengah volatilitas pasar energi.
Dalam hari yang sama, Bank of Japan (BoJ) mengumumkan kebijakan stimulus tetap tidak berubah pada 0,75%. Tiga anggota dewan BoJ mencatat perbedaan pendapat dan mengusulkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,0%. Gubernur BoJ, Kazuo Ueda, menjaga pintu terbuka untuk langkah kebijakan lebih lanjut namun tidak memberikan kerangka waktu yang jelas.
Secara teknis, US dollar memotong keuntungan terhadap yen dan menunjukkan bias jangka pendek yang tetap bullish. Harga USD/JPY menguat ke sekitar 159,70 setelah berhasil mempertahankan posisi di atas moving average 20-periode pada sekitar 159,22. Indikator RSI berada di kisaran 57, menandakan momentum positif namun tidak menunjukkan kondisi overbought; ini berarti ruang kenaikan masih terbuka jika aksi di pasar tetap mendukung.
BoJ mempertahankan kebijakan pada 0,75% seperti yang diantisipasi pasar, meski tiga anggota dewan menentang keputusan tersebut dan mendorong kenaikan 25 bps. Pada konferensi pers, Gubernur Ueda tidak memberikan pedoman waktu jelas untuk langkah selanjutnya namun menekankan kesiapan untuk pengetatan lanjutan jika diperlukan. Perkembangan ini memperlihatkan perbedaan antara kebijakan moneter Jepang yang relatif lebih loncat-loncat dibanding kebijakan AS yang sedang menahan suku bunga.
Di sisi lain, optimisme terhadap stabilitas kebijakan Fed menambah daya tarik dolar AS, sementara pasar tetap waspada terhadap risiko inflasi yang lebih tinggi serta risiko ekonomi yang terkait harga minyak yang lebih tinggi. Para pelaku pasar menilai bahwa dua rapat kebijakan ini bisa membentuk pola pergerakan mata uang utama di beberapa minggu ke depan. Para pelaku pasar mengamati sinyal tekanan inflasi dan prospek pertumbuhan untuk mengantisipasi pergerakan dolar.
Dalam pandangan teknikal, level kunci tetap diperhatikan: support pertama berada di sekitar 159,22 yang merupakan EMA 20-hari, dengan dukungan struktur di sekitar 157,57 sebagai lantai yang lebih substansial. Skenario bullish tetap relevan asalkan harga bertahan di atas 159,22. Namun penutupan harian di bawah area 157,57 dapat membuka pintu untuk koreksi lebih dalam.
Harga berada di sekitar 159,70 dengan bias jangka pendek yang masih meningkat, karena harga mencoba menjaga diri di atas EMA 20-hari sekitar 159,22. Pola teknikal yang signifikan berupa konsolidasi yang beranggotakan Descending Triangle telah terdorong untuk peluang break ke atas, menambah harapan sentimen bullish.
Indikator momentum seperti RSI berada di sekitar 57, menandakan momentum positif tetapi tidak menunjukkan kondisi overbought. Pada sisi lainnya, resistance terdekat terlihat di sekitar 160,46, yang jika ditembus bisa mengisyaratkan langkah lanjut lebih tinggi. Pergerakan ini tetap bergantung pada sentimen kebijakan dan dinamika pasar energi global.
Level kunci yang perlu diperhatikan meliputi 159,22 sebagai dukungan dinamis dari EMA 20-hari, serta 157,57 sebagai lantai struktural yang lebih kuat. Jika harga menutup harian di bawah 157,57, hal ini meningkatkan peluang koreksi yang signifikan. Sebaliknya, jika level 159,22 tertahan, peluang untuk melanjutkan tren bullish tetap terbuka dengan target sekitar 160,46.