USDJPY Menguat Kembali Setelah BoJ Sinyal Pengetatan dan Data AS, Analisis Teknis Menunjuk pada Target 159.90

USDJPY Menguat Kembali Setelah BoJ Sinyal Pengetatan dan Data AS, Analisis Teknis Menunjuk pada Target 159.90

Signal USD/JPYBUY
Open157.850
TP159.900
SL156.700
trading sekarang

Rapat Bank of Japan mempertahankan suku bunga pada 0.75 persen dengan suara 8-1, sementara anggota dewan Takata kembali berbeda pendapat dan memilih opsi kenaikan. Gubernur Kazuo Ueda menegaskan pintu untuk pengetatan lebih lanjut tetap terbuka meski kebijakan berjalan relatif status quo. Ia juga menyoroti bahwa kenaikan biaya minyak akibat konflik di Timur Tengah bisa mendorong inflasi inti lebih tinggi karena biaya produksi dan upah sedang naik secara aktif.

Di sisi lain, fokus pasar beralih ke kebijakan Amerika Serikat. Federal Reserve mempertahankan kisaran suku bunga 3.50–3.75 persen pada pertemuan terakhir dengan proyeksi satu pemotongan tahun ini, meski risiko upside inflasi masih ada karena faktor geopolitik dan data PPI yang lebih panas dari ekspektasi. Pergerakan USD/JPY melemah sekitar 1.25 persen pada hari Kamis, kembali di bawah level 158 setelah sempat menyentuh mendekati 160.

Harga kini berada di tengah rentang lebar antara 152.00 dan 160.00 yang telah membatasi pergerakan sejak akhir Januari. Dari sudut pandang teknikal harian, bias jangka pendek terlihat bullish karena harga berada di atas EMA 50 hari sekitar 156.70. Adanya celah antara harga spot dan EMA 200 hari sekitar 153.70 menggarisbawahi tren kenaikan yang kuat. Level support pertama berada di 156.70, diikuti 155.90 dan 153.70 sebagai zona penting. Jika harga bertahan di atas 156.70, peluang untuk menembus 158.00 meningkat dan jika berhasil ditembus, target berikutnya bisa mendekati 159.90.

Kebijakan moneter AS tetap menjadi pembentuk utama likuiditas global. Fed mempertahankan suku bunga pada kisaran 3.50–3.75 persen sambil menunjukkan bahwa satu pemotongan pada tahun ini masih di jalur, meski ketidakpastian geopolitik menambah risiko inflasi. Data PPI Februari menunjukkan kenaikan 0.7 persen secara bulanan, melampaui ekspektasi pasar dan menambah tekanan pada ekspektasi kebijakan moneter di masa mendatang.

Data AS pada Kamis menunjukkan campuran: klaim pengangguran awal turun menjadi 205 ribu, sedangkan penjualan rumah baru turun sekitar 17.6 persen MoM. Reaksi pasar terhadap angka ini menambah volatilitas pada pasangan USDJPY karena trader menimbang dampaknya terhadap laju pengetatan moneter AS dan aliran modal antara yen dan dolar.

Secara teknis, bias jangka pendek USDJPY tetap bullish ketika harga mempertahankan diri di atas EMA 50 hari sekitar 156.70. Jarak antara spot dan EMA 200 hari sekitar 153.70 menegaskan tren kenaikan yang sudah lama berlanjut. Indikator Stochastic RSI berada di wilayah tinggi meski melandai, menunjukkan tekanan upside yang berlanjut tanpa pembalikan signifikan dalam waktu dekat.

Harga saat ini berada di sekitar 157.85 terhadap USD, menunjukkan bias kenaikan selama level 156.70 tetap di bawah kendali sebagai support utama. Peluang paparan bullish meningkat jika harga mampu menembus 158.00, dengan potensi target menuju 159.90 dalam kerangka waktu pendek.

Kunci level teknikal meliputi support di 156.70 dan 155.90, serta resistance di 158.00 dan 159.90. Break di atas 158.00 membuka ruang menuju 159.90 dan berpotensi menyentuh kisaran 160.00 dalam momentum singkat. Namun likuiditas bisa terdampak oleh libur Vernal Equinox Day di Jepang, sehingga pergerakan bisa lebih terhidrasi mendekati weekend.

Analisis ini menekankan sinyal beli berdasarkan pola teknikal dengan rasio risiko/imbalance minimal 1:1.5. Stop loss ditempatkan di 156.70, sementara target keuntungan di 159.90. Sinyal ini relevan untuk pasangan USDJPY dalam konteks forex dan tidak mewakili instrumen lain. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami arah pasar melalui kerangka teknikal tanpa mengandalkan klaim eksklusif pada komoditas lain.

broker terbaik indonesia