Di tengah antisipasi keputusan kebijakan moneter Federal Reserve, dolar AS mencoba pulih. Reaksi investor dipengaruhi komentar dari sejumlah pejabat terkait toleransi terhadap nilai mata uang yang lebih lemah, menambah volatilitas di pasar. Pasar juga menatap keputusan Fed yang diperkirakan akan menjaga kisaran suku bunga 3,50%–3,75% untuk sementara waktu.
Di sisi komentar politik, pernyataan dari Presiden AS terkait dolar yang lebih lemah telah membebani investor. Hal ini menambah kekhawatiran terkait toleransi politik terhadap mata uang yang melemah dan meningkatkan volatilitas di pasar. Secara umum pasar menilai Fed akan menahan suku bunga pada kisaran 3,50%–3,75% menjelang rapat berikutnya dan konferensi pers yang mengacu pada panduan kebijakan ke depan.
Data makroekonomi sejak pertemuan terakhir mendukung pandangan bahwa bank sentral bisa bersabar sebelum meluncurkan pelonggaran lebih lanjut. Inflasi mereda secara bertahap, sementara kondisi pasar tenaga kerja tetap kuat, sehingga urgensi untuk pelonggaran menjadi berkurang. Namun sinyal jeda kebijakan yang lebih panjang bisa menjadi pendorong bagi dolar jika data baru mempertegas perlambatan ekonomi.
Di sisi pasar, fokus beralih pada konferensi pers Ketua Fed guna memahami jalur suku bunga di masa mendatang. Beberapa analis bank besar menilai bank sentral akan menjaga pendekatan tunggu dan lihat meski pasar masih memunculkan harga dua pemotongan suku bunga di sisa tahun ini. Ketidakpastian ini menambah volatilitas dan memberi ruang bagi pergeseran arah secara signifikan jika data ekonomi berubah.
Yen Jepang menunjukkan dukungan berkelanjutan dari ekspektasi bahwa BoJ akan melanjutkan pengetatan moneter secara bertahap. Risalah dari pertemuan BoJ pada Desember mengindikasikan keyakinan para pembuat kebijakan terhadap kemajuan upah dan inflasi inti yang bisa mendorong kelanjutan langkah pengetatan secara perlahan. Dengan begitu, yen membantu membatasi pelemahan terhadap mata uang asing meski obligasi fiskal Jepang dan ketidakpastian politik menjelang pemilihan menimbulkan risiko bagi mata uang domestik.
Di sisi fiskal Jepang, rencana belanja negara dan potongan pajak menyumbat dolar domestik asing. Kekhawatiran terkait posisi fiskal dan dinamika fiskal menjelang pemilihan umum pada bulan Februari menambah tekanan pada mata uang domestik. Walau begitu lingkungan risiko secara umum terkait keuangan global cenderung positif, sehingga yen tetap didorong oleh ekspektasi kebijakan BoJ yang hawkish.
Perbedaan antara kebijakan BoJ yang lebih hawkish dan Federal Reserve yang mungkin menunda pemangkasan bisa memberi arah pada pergerakan USD/JPY dalam jangka menengah. Sinyal kebijakan yang berbeda antara dua bank sentral dapat memicu penyesuaian aliran mata uang dan memperber tekanan terhadap USD/JPY. Pasar perlu mengamati pernyataan resmi dari BoJ dan Fed untuk menyusun panduan arah di bulan mendatang.
Secara teknikal, USD/JPY diperdagangkan di sekitar 153,60 pada hari ini, dengan rebound sekitar 0,8 persen. Pergerakan ini tercatat menjelang rilis kebijakan Fed, ketika investor menimbang risiko dan peluang di sekitar level tersebut. Kondisi ini menunjukkan adanya minat beli pada dolar dalam kerangka jangka pendek meskipun sentimen dasar masih beragam.
Fokus pasar kali ini berpusat pada konferensi pers Ketua Fed guna mendapatkan panduan tentang jalur suku bunga di masa mendatang. Sinyal kebijakan yang jelas dari Powell berpotensi mengubah ekspektasi pasar untuk sisa tahun ini. Di sisi lain, perbedaan posisi antara BoJ yang hawkish dan Fed yang kemungkinan menunda pemangkasan bisa memberi arah pada pergerakan USD/JPY dalam jangka menengah.
Secara umum, volatilitas tetap tinggi dan risiko terkait ekspektasi kebijakan tinggi. Karena sinyal arah belum terkonfirmasi secara pasti, pendekatan trading lebih baik menunggu konfirmasi arah yang jelas. Level risiko-reward sebaiknya dipandang dengan hati-hati, mengingat perbedaan kebijakan antara dua bank sentral dapat memicu pergerakan tajam jika data ekonomi berubah.